Tutorial Belajar CSS: Pengertian Padding dan Fungsi Padding dalam CSS

Setelah width, height, dan border, padding juga merupakan bagian dari CSS Box Model. Dalam tutorial belajar CSS di duniailkom kali ini kita akan membahas apa yang dimaksud dengan padding dan fungsi padding di dalam CSS.


Pengertian Property Padding CSS

Padding adalah sebutan untuk spasi atau ruang diantara konten dan border. Gambar CSS Box Model berikut bisa menjelaskan dimana letak padding ini.

CSS Box Model (sumber: www.w3c.org)

Seperti yang terlihat, padding berada diantara konten utama dengan border. Jadi, kenapa saya membahas border dulu sebelum padding? Ini karena untuk dapat melihat efek padding, kita harus menggunakan border. Tanpa border, padding akan susah untuk dilihat.


Cara Penulisan property Padding CSS

Property padding bisa diisi dengan satuan panjang seperti pixel, persen, em, dll. Sebagai contoh, untuk membuat padding sebesar 10 pixel, saya bisa menggunakan kode berikut:

<div style="padding: 10px"></div>

Berikut contoh penggunaannya di dalam kode HTML dan CSS:

<!DOCTYPE html>
<html>
<head>
<meta charset="UTF-8">
<title>Belajar CSS</title>
<style>
.tanpa-padding {
   border: 2px solid red;
}
.dengan-padding {
   border: 2px solid red;
   padding: 10px;
}
</style>
</head>
<body>
<p class="tanpa-padding">
   Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Integer mi
   tortor, imperdiet sed hendrerit non, consequat luctus magna. Nullam
   accumsan odioac lectus mollis finibus. Maecenas imperdiet feugiat
felis, sit amet ullamcorper elit vulputate in.
</p>
<p class="dengan-padding">
   Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Integer mi
   tortor, imperdiet sed hendrerit non, consequat luctus magna. Nullam
   accumsan odioac lectus mollis finibus. Maecenas imperdiet feugiat
   felis, sit amet ullamcorper elit vulputate in.
</p>
</body>
</html>

Contoh cara penulisan property padding dalam CSS

Dalam paragraf pertama, saya tidak menggunakan padding. Dapat terlihat teks seolah-olah langsung menempel ke sisi border. Pada paragraf kedua, saya menggunakan padding: 10px, efeknya, teks akan berjarak 10 pixel dari setiap sisi border.

CSS juga menyediakan property terpisah agar kita bisa mengatur padding pada setiap sisi, yakni dengan property padding-top, padding-right, padding-bottom, dan padding-left. Berikut contohnya:

<!DOCTYPE html>
<html>
<head>
<meta charset="UTF-8">
<title>Belajar CSS</title>
<style>
p {
   border: 2px solid red;
   padding-top: 20px;
   padding-right: 5px;
   padding-bottom: 30px;
   padding-left: 0px;
}
</style>
</head>
<body>
<p>
   Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Integer mi
   tortor, imperdiet sed hendrerit non, consequat luctus magna. Nullam
   accumsan odioac lectus mollis finibus. Maecenas imperdiet feugiat
   felis, sit amet ullamcorper elit vulputate in.
</p>
</body>
</html>

Cara penulisan shorthand notation property padding CSS

Sekarang masing-masing sisi memiliki nilai padding yang berbeda-beda, dimana untuk sisi atas 20 pixel, sisi kanan 5 pixel, sisi bawah 30 pixel, dan sisi kiri tanpa ada padding (0 pixel).


Penulisan Shorthand Notation Property Padding

Shorthand Notation adalah sebutan untuk penulisan singkat sebuah property CSS. Sebagai contoh, ketika kita menulis padding: 10px, maka padding ini sebenarnya sama dengan:

padding-top: 10px;
padding-right: 10px;
padding-bottom: 10px;
padding-left: 10px;

Jika kita menulis padding: 10px 5px, maka ini sama dengan:

padding-top: 10px;
padding-right: 5px;
padding-bottom: 10px;
padding-left: 5px;

Perhatikan bahwa nilai pertama (10px) digunakan untuk sisi atas dan bawah, sedangkan nilai kedua (5px) digunakan untuk sisi kiri dan kanan.

Jika property padding ditulis dengan 3 nilai, seperti padding: 10px 5px 3px, ini sama artinya dengan:

padding-top: 10px;
padding-right: 5px;
padding-bottom: 3px;
padding-left: 5px;

Jika property padding ditulis dengan 4 nilai, seperti padding: 10px 5px 3px 1px, ini sama artinya dengan:

padding-top: 10px;
padding-right: 5px;
padding-bottom: 3px;
padding-left: 1px;

Bagaimana cara menghafal urutan ini? Yang paling mudah diingat adalah dengan mengikuti arah jaruh jam, yakni mulai dari atas, kanan, bawah dan kiri. Atau bisa juga dengan menggunakan kata “TRouBLe”, yang merupakan singkatan dari Top, Right, Bottom, dan Left.

Konsep penulisan shorthand notation ini sangat penting untuk dipahami. Karena hampir setiap property CSS yang menggunakan bidang sisi seperti padding dan margin menggunakan aturan penulisan yang sama.

Lalu, apa itu margin? Akan kita bahas dalam tutorial berikutnya: pengertian margin dan fungsi property margin dalam CSS.


eBook CSS Uncover Duniailkom
Jika anda ingin belajar cara mendesain web, CSS wajib dikuasai. Duniailkom telah menyusun eBook CSS Uncover yang membahas CSS dengan lebih detail dan lebih lengkap, mulai dari dasar hingga fitur terbaru CSS3 seperti animasi dan web responsive. Penjelasan lebih lanjut bisa ke: eBook CSS Uncover Duniailkom.

Tutorial Terkait:

6 Comments

  1. Fito
    16 Jun 16
    • Andre
      17 Jun 16
      • mas agus
        17 Oct 16
        • Andre
          19 Oct 16
  2. Analia
    23 Aug 17
    • Andre
      25 Aug 17

Add Comment