Kuliah di TI, Sebaiknya Ambil D3 atau S1?

Assalamu’alaikum,

Saya mau nanya kak, kan kebetulan saya sudah kelas 3 SMK jurusan TKJ dan berencana melanjutkan kuliah, tapi saya bingung nih kak mau ambil S1 (Univ) atau D3 (Poltek) Jurusan TI.

Saya sudah ada sedikit basic tentang coding dan sudah pernah mencoba membuat aplikasi desktop walau sederhana. Saya juga sudah minat dana ada passionnya di dunia programming.

Saya sebenarnya ingin kuliah di universitas, karena ingin memperdalam teori tentang dunia programming, tapi di sisi lain saya juga ingin kuliah di poltek karena ingin mengasah kemampuan coding saya. Jadi, menurut kak Andre bagusnya gimana? Mohon bantuannya kak ^^

Oiya satu lagi kak, saya cuman mau nanya kalo udah lulus nanti bagusnya kerja atau buka usaha? temen saya nyaranin bagusnya usaha. Saya ada niat sebenarnya kak buka usaha daripada kerja, tapi saya masih bingung kak mau usaha apa? freelancer? atau startup? Ada saran kak? Terima kasih sebelumnya, maaf kak kalo terlalu panjang.

— Milano


Waalaikumsalam,

Idealnya menurut saya bisa langsung ke S1. Meskipun fokus utama pendidikan S1 lebih ke analisis / teori, namun praktek coding ini bisa diperkuat dengan belajar otodidak.

Ada beberapa alasan:

Pertama, lowongan kerjanya nanti lebih luas, karena lulusan S1 tetap bisa melamar ke posisi yang mensyaratkan D3 (tentu dengan “gaji” yang sesuai untuk level pendidikan D3). Namun tidak bisa sebaliknya, lowongan S1 tidak bisa diisi dengan D3.

Kedua, gaji yang lebih tinggi dari D3. Patokannya kita bisa lihat ke jenjang karir PNS (Pegawai Negeri Sipil), tamatan S1 masuk ke golongan IIIA, sedangkan untuk tamatan D3 akan masuk ke golongan IIC. Namun di perusahaan swasta biasanya lebih mempertimbangkan skill dan performa.

Ketiga, lebih “bergengsi”. Kalau ini sih sebenarnya tidak bisa jadi alasan utama, tapi tetap saja title S.Kom terasa lebih “pede” daripada titel A.Md.

Selain ketiga hal ini, ada beberapa kekurangan jika ambil S1 di bandingkan ambil D3:

Pertama, kuliah lebih lama. Rata2 untuk D3 bisa selesai dalam 3 tahun, sedangkan untuk S1 perlu 4 tahun atau lebih (apalagi jika malas-malasan buat skripsi). Namun tetap saja ambil langsung S1 lebih efisien jika nanti ambil D3 dulu, kemudian sambung lagi ke S1.

Kedua, S1 lebih menitik beratkan ke teori, sedangkan programming butuh banyak praktek. Ini sebenarnya bisa diakali dengan belajar otodidak dari buku / tutorial. Meskipun ambil D3, tetap juga harus ditambah dengan belajar sendiri jika ingin memperdalam praktek. Misal, masih cukup jarang ada kampus yang mengajarkan pemrograman sampai ke framework seperti Code Igniter, Laravel atau Node.js, padahal untuk kerja sebagai programming skill seperti inilah yang diperlukan.

Ketiga, “katanya” D3 lebih mudah dapat kerja. Kenyataannya, ini sama saja dengan S1. Mudah atau tidaknya dapat kerja lebih ke skill setiap mahasiswa, yakni apakah dulu serius kuliah atau lebih banyak main-main. Cari kerja memang susah bagi yang lulus dengan nilai seadanya, apalagi jika di kampus juga tidak aktif ikut berbagai kegiatan / organisasi.

Keempat, biaya S1 lebih mahal daripada D3 karena durasi kuliahnya lebih lama. Ini bisa didiskusikan terlebih dahulu dengan orang tua, terutama jika kampus yang akan dimasuki berada di kota lain (perlu biaya untuk kost, makan, dan kebutuhan sehari-hari). Namun tetap saja biayanya akan lebih murah daripada ambil D3 dulu, kemudian baru sambung ke S1.

Selain faktor di atas, ada beberapa aspek lain yang bisa dipertimbangkan, misalnya akreditasi kampus yang akan dimasuki. Sedapat mungkin cari kampus dengan akreditasi A, atau minimal B.

Kesimpulannya, jika tidak terkendala di dana lebih baik ambil S1 saja. Lalu tambah skill praktek secara otodidak, misalnya dari artikel-artikel di web duniailkom ini.

Soal jadi karyawan atau pengusaha, ini ada plus minusnya juga. Mungkin akan saya bahas lebih detail dalam artikel terpisah. Yang jelas jika ingin jadi pengusaha atau bangun startup tantangannya cukup besar, misal butuh modal awal, perlu skill, insting bisnis yang kuat apakah produk yang di buat bisa laku atau tidak.

Saran saya, coba lihat-lihat peluang di tahun ketiga dan keempat kuliah nanti. Bisa juga gabung dengan teman-teman kampus untuk buka startup bareng. Kalaupun gagal toh statusnya masih mahasiswa dan bisa buat lagi yang baru.

Atau bisa juga setelah lulus nanti kerja dulu beberapa tahun untuk menambah skill dan pengalaman. Setelah itu, baru buat usaha sendiri karena kita sudah tau seperti apa dunia bisnis yang sebenarnya.

Tapi apapun pilihannya, selama di jalankan dengan serius dan diiringi doa, hasilnya akan maksimal. Sukses terus kedepannya… :)

*** Artikel Terkait ***

8 Comments

  1. Milano
    14 Feb 19
    • Andre
      17 Feb 19
  2. Balon gate
    15 Feb 19
  3. Anonymous
    06 Jun 19
  4. Anonymous
    06 Jun 19
  5. Anonymous
    06 Jun 19
    • Andre
      07 Jun 19
      • Anonymous
        09 Jun 19

Add Comment