Apa Saja Yang Dipelajari di Jurusan Kimia?

Jurusan Kimia merupakan salah salah jurusan ilmu dasar di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA). Nyaris semua lulusan SMA IPA sudah kenal dengan ilmu yang satu ini.

Kita akan bahas dan review lebih dalam tentang Jurusan Kimia. Mulai dari pengertian jurusan Kimia, mata kuliah yang akan dipelajari, pilihan bidang konsentrasi, daftar kampus terbaik, serta prospek peluang kerja dari sarjana Kimia.

Ilustrasi Jurusan Kimia


Pengertian Jurusan Kimia

Secara sederhana, Kimia adalah ilmu dasar yang mempelajari materi pada skala atom dan molekuler, termasuk berbagai reaksi di dalamnya. Ilmu Kimia bisa dirangkum ke dalam diagram ‘legend‘ yang ada di setiap buku kimia, yakni sistem periode unsur (Tabel Periodik).

Bagi teman-teman yang berasal dari SMA IPA (Saintek), tentu sudah paham dengan ilmu Kimia ini, termasuk kegiatan praktikum yang sangat menarik. Di perkuliahan nanti, materi ini akan dipelajari dengan lebih dalam.

Fokus bahasan kuliah di jurusan Kimia bukan hanya mengenal perubahan suatu zat jadi zat lain, tapi juga berapa persen keberhasilan praktek tersebut, menganalisis produk yang dihasilkan, meneliti strukturnya, mekanisme yang digunakan, dan hal lain yang merupakan kegiatan sehari-hari dari proses praktikum kuliah Kimia.

Pada awal kuliah (semester 1 dan 2), mahasiswa akan belajar kimia secara umum, yakni mirip seperti kimia di SMA. Selain itu juga belajar mata kuliah MIPA lain seperti Fisika dasar, Matematika dasar dan Biologi dasar.

Di semester 3 dan 4 baru mulai belajar “kulitnya kimia”, yaitu kimia organik dan anorganik. Kemudian mulai dari semester 5 ke atas sudah menentukan arah minatnya ke bidang apa, yakni salah satu dari: Kimia Anorganik, Kimia Organik, Kimia Analisis, Kimia Fisik, dan Biokimia (perbedaannya akan kita bahas sesaat lagi).

Jurusan Kimia cocok bagi yang:

  • Suka dengan kegiatan penelitian.
  • Suka melakukan riset.
  • Suka bekerja di laboratorium.

Sedikit “trivia” dari kehidupan kampus mahasiswa Kimia:

  • Akan melakukan banyak praktikum. Yang meskipun sangat menarik, tapi setumpuk laporan praktikum sudah menanti. Kebanyakan laporan ini harus tulis tangan atau ketik di mesin tik manual (tidak boleh pakai komputer).
  • Buta warna mungkin bisa menjadi faktor diterima atau tidaknya di jurusan ini, karena salah mencampur senyawa kimia bisa sangat beresiko.
  • Populasi mahasiswi perempuan umumnya sedikit lebih banyak daripada mahasiswa laki-laki.
  • Jurusan ilmu dasar seperti Kimia menawarkan potensi untuk bisa bekerja sambil kuliah, yakni sebagai guru bimbel / kursus private SMA. Tentunya untuk mata pelajaran Kimia.

Perbedaan antara Jurusan Kimia, Jurusan Teknik Kimia, dan Jurusan Pendidikan Kimia

Saat ini terdapat setidaknya 3 jurusan yang menggunakan kata “Kimia”, yakni Jurusan Kimia, Jurusan Teknik Kimia, dan Jurusan Pendidikan Kimia. Apa saja perbedaannya?

  • Jurusan Kimia “saja” (atau sering juga disebut sebagai Jurusan Kimia murni), lebih fokus membahas tentang keilmuan kimia itu sendiri. Arahnya lebih ke penelitian dan praktek laboratorium. Mahasiswa dituntut untuk paham ilmu Kimia dan bisa menerapkannya dalam menemukan formula baru atau memperbaiki formula yang sudah ada.
  • Jurusan Teknik Kimia, arahnya lebih ke penerapan kimia di skala industri. Misalnya jika di jurusan Kimia murni mahasiswa di tuntut untuk bisa membuat katalis dalam jumlah 10ml, maka di jurusan teknik kimia akan dipelajari bagaimana cara membuat katalis tersebut hingga 1000 Liter bahkan lebih (dalam skala besar). Termasuk bagaimana agar proses itu bisa lebih efisien lagi.
  • Jurusan Pendidikan Kimia ditujukan untuk yang ingin menjadi guru Kimia di sekolah (terutama tingkat SMA sederajat). Selain belajar ilmu kimia, juga terdapat mata kuliah tentang pendidikan seperti cara merancang kurikulum, penilaian tugas siswa, dst.
Lebih lanjut tentang review jurusan Teknik Kimia bisa ke sini: Apa Saja Yang Dipelajari di Jurusan Teknik Kimia?

Mata Kuliah Jurusan Kimia

Agar pembahasan tentang jurusan Kimia lebih lengkap, saya akan tampilkan daftar mata kuliah di jurusan Kimia. Ini bisa jadi acuan apa yang akan dipelajari di kampus nantinya.

Sebagai rujukan, saya menggunakan daftar mata kuliah jurusan Kimia dari Universitas Indonesia (UI), Depok. Berikut daftar mata kuliah yang akan dipelajari di jurusan Kimia UI:

Mata Kuliah Jurusan Kimia Semester 1:

  • MPKT Sains*
  • Bahasa Inggris
  • Matematika Dasar I
  • Fisika Dasar 1
  • Kimia Dasar I
  • Prakt. Kimia Dasar I
  • Kimia Dasar II
  • Bahan Kimia Berbahaya

* MPKT singkatan dari Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian Terintegrasi. Di MPKT Sains akan dipelajari tentang hal umum seputar ilmu pengetahuan alam, seperti siklus hidrologi, daya dukung bumi, keanekaragaman hayati, mutasi, statistik, sistem tata ruang perkotaan, sampai tentang banjir. Hampir semua jurusan UI memiliki mata kuliah ini dan berbobot cukup besar (6 SKS).

Mata Kuliah Jurusan Kimia Semester 2:

  • MPKT Sos Hum**
  • Agama
  • Seni/OR
  • Matematika Dasar II
  • Biologi Umum
  • Fisika Dasar II
  • Kimia Dasar III
  • Prakt. Kimia Dasar II
  • Kimia Analisis Dasar

** MPKT singkatan dari Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian Terintegrasi. Di MPKT Sosial dan Humaniora akan dipelajari tentang logika, filsafat ilmu, dan pancasila, manusia, akhlak, budi pekerti, bangsa, budaya, dan lingkungan hidup di indonesia, dengan tambahan bahasa indonesia sebagai pengantar penulisan ilmiah. Hampir semua jurusan UI memiliki mata kuliah ini dan berbobot cukup besar (6 SKS).

Mata Kuliah Jurusan Kimia Semester 3:

  • Metode Statistik
  • Kimia Organik I
  • Energetika
  • Kinetika
  • Fisika Modern
  • Elektroanalisis dan Dasar-dasar Pemisahan
  • Prakt. Kimia Analisis
  • Kimia Logam/Non Logam
  • Prakt. K. Logam/Non Logam

Mata Kuliah Jurusan Kimia Semester 4:

  • Struktur & Fungsi Biomolekul
  • Kimia Organik II
  • Sistem Fasa
  • Prakt. Kimia Fisik
  • Analisis Spektrometri
  • Prakt. Elektroanalisis & Dasar-dasar Pemisahan
  • Struktur & Reaktifitas Kimia
  • Klaster Kimia I

Mata Kuliah Jurusan Kimia Semester 5:

  • Biokatalis & Informasi Genetik
  • Kimia Organik Fisik
  • Prakt. K. Organik
  • Kimia Kuantum
  • Prakt. K. Instrument
  • Prakt. Sintesis Seny. Koordinasi
  • Logam Transisi & Seny. Koordinasi
  • Klaster Kimia II

Mata Kuliah Jurusan Kimia Semester 6:

  • Metabolisme
  • Prakt. Biokimia
  • Penentuan Struktur Molekul
  • Spektroskopi Molekul
  • Pengantar Penelitian
  • Kimia Komputasi
  • Klaster III
  • Prakt. Klaster

Mata Kuliah Jurusan Kimia Semester 7:

  • Skripsi

Mata Kuliah Jurusan Kimia Semester 8:

  • Skripsi

Berikut daftar Mata Kuliah Pilihan di Jurusan Kimia, Universitas Indonesia (Bisa diambil antara semester 2 -8):

  • Kewirausahaan
  • Kimia Industri
  • Kimia Mineral
  • Manajemen
  • Kromatografi
  • Unit Operasi
  • Energi Alternatif
  • Kimia Forensik
  • Penjaminan Mutu Analisis
  • Sampling & Preparasi
  • Kimia Analisis Termal
  • Kimia Fisik Terapan
  • Kimia Zat Padat
  • Kimia Permukaan
  • Organologam
  • Mineral Alumina Silikat
  • Kimia Bahan Alam
  • Polutan Organik
  • Lipid
  • Mikrobiologi
  • Prakt. Mikrobiologi
  • Kimia Analisis Sinar X
  • KSK Analisis
  • Analisis Metode Alir
  • Katalis Heterogen
  • Kimia Nano
  • Sensor Kimia
  • Bioanorganik
  • Katalis Heterogen
  • Fotokimia Organik
  • Kimia Polimer
  • Bioteknologi
  • Biosintesis
  • KSK Biokimia I
  • Kimia Inti Radiasi
  • Toksikologi
  • Kuliah Lapangan
  • KSK Analisis II
  • KSK Fisik II
  • KSK Anorganik
  • KSK Organik
  • Stereokimia
  • Nutrisi
  • Pendahuluan Bionformatika
  • KSK Biokimia II
  • KSK Biokimia III
  • Kimia Lingkungan
  • Prakt. K. Lingkungan
  • Molecullar Modelling

Itulah daftar mata kuliah yang ada di Jurusan Kimia UI. Untuk kampus lain akan ada perbedaan, tapi seharusnya tidak terlalu banyak.

Khusus untuk mata kuliah pilihan, bisa diambil secara bertahap mulai dari semester 2 – 8. Mata kuliah pilihan ini tidak perlu dipelajari semua, tapi lebih ditentukan dengan pilihan konsentrasi yang diinginkan.


Bidang Peminatan Jurusan Kimia

Ilmu Kimia sangat luas, oleh karena itu di mayoritas kampus jurusan ini dipecah lagi menjadi bidang peminatan atau konsentrasi.

Bidang peminatan ini biasanya ditentukan di semester 5 ke atas yang berbentuk “paket” mata kuliah. Misalnya jika kita memilih konsentrasi A, maka sudah ada sekitar 5 mata kuliah tambahan yang harus diikuti yang dibagi ke semester 5, 6, 7 dan 8. Biasanya topik skripsi juga harus dalam 1 tema dengan bidang konsentrasi yang dipilih (namun tidak selalu).

Bidang peminatan atau konsentrasi ini juga akan beda-beda antara satu kampus dengan kampus lain. Berikut 5 bidang peminatan jurusan kimia yang ada di Universitas Indonesia (UI):

Kimia Organik

Kimia Organik adalah bidang Ilmu Kimia yang mempelajari senyawa Karbon dan turunannya. Meskipun tidak selalu tepat, zat organik ini biasanya berasal dari makhluk hidup, termasuk produk seperti minyak bumi, gas alam, dan batubara. Senyawa organik merupakan dasar dari semua kehidupan di bumi dan merupakan mayoritas sumber bahan kimia yang diketahui.

Penerapan kimia organik sangat banyak. Misalnya plastik (polimer), alkohol, gula, kertas, karet, obat-obatan, bahan bakar, pewarna, tekstil, parfum, dst.

Kimia Anorganik

Kimia Organik adalah bidang ilmu kimia yang mempelajari senyawa non-karbon. Beberapa penerapan ilmu kimia anorganik adalah untuk membuat katalis, material, pigmen, surfaktan, pelapis, industri medis, bahan bakar, dan berbagai komponen pertanian.

Kimia Analisis

Kimia analisis fokus ke proses analisa suatu senyawa untuk melihat komponen penyusunnya. Termasuk tentang teori-teori analisis suatu zat atau komponen serta metoda metoda dalam analisis.

Proses analisa ini mencakup studi pemisahan, identifikasi, dan kuantifikasi komponen kimia. Di peminatan ini, mahasiswa akan berkenalan dengan berbagai alat ukur tradisional dan modern untuk mencari komponen asal dari suatu senyawa.

Kimia Fisik

Kimia Fisik adalah bidang gabungan Ilmu Kimia dan Fisika. Jika memilih konsentrasi ini, akan dipelajari materi tentang makroskopik, mikroskopik, atom, sub-atom dan partikel dalam sistem dan proses kimia berdasarkan prinsip-prinsip dan konsep-konsep fisika.

Biokimia

Biokimia adalah bidang gabungan Ilmu Kimia dan Biologi. Disini akan dipelajari tentang struktur, fungsi dan interaksi biomolekul yang menyusun sel, termasuk juga mekanisme reaksi katalisis enzim dan produk-produk yang bisa dihasilkan dari proses biologi.

Ragi, yang sering dipakai untuk membuat produk olahan seperti yogurt, keju dan tempe merupakan salah satu contoh penerapan ilmu biokimia. Karena ragi ini menghasilkan senyawa kimia tertentu yang mengubah produk asal (susu dan kedelai) menjadi produk lain.


Kampus Terbaik Untuk Kuliah Jurusan Kimia

Salah satu faktor penentu yang bisa jadi acuan baik tidaknya sebuah universitas/kampus adalah tingkat akreditasi dari BAN-PT. Inilah yang akan saya pakai sebagai patokan untuk menentukan kampus terbaik dari jurusan Kimia.

Jurusan Kimia termasuk jurusan yang “sudah matang”, maksudnya jurusan ini hadir sudah cukup lama sehingga banyak kampus yang membuka jurusan ini. Jurusan Kimia berada di bawah FMIPA (Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam).

Akreditasi Jurusan Kimia

Mengutip daftar akreditasi kampus dari website BAN-PT (diakses pada 1 Januari 2020), total terdapat 80 universitas / perguruan tinggi yang sudah terakreditasi. Diantaranya terdapat 25 kampus dengan Akreditasi A untuk jurusan Kimia. Inilah kampus terbaik jika ingin kuliah di jurusan S-1 Kimia (diurutkan berdasarkan abjad):

  • Institut Pertanian Bogor
  • Institut Teknologi Bandung
  • Institut Teknologi Sepuluh Nopember
  • Universitas Airlangga
  • Universitas Andalas
  • Universitas Bengkulu
  • Universitas Brawijaya
  • Universitas Diponegoro
  • Universitas Gadjah Mada
  • Universitas Halu Oleo
  • Universitas Hasanuddin
  • Universitas Indonesia
  • Universitas Islam Indonesia
  • Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga
  • Universitas Lampung
  • Universitas Mulawarman
  • Universitas Negeri Jakarta
  • Universitas Negeri Semarang
  • Universitas Negeri Surabaya
  • Universitas Negeri Yogyakarta
  • Universitas Padjadjaran
  • Universitas Pakuan
  • Universitas Pendidikan Indonesia
  • Universitas Riau
  • Universitas Sebelas Maret
  • Universitas Sriwijaya
  • Universitas Sumatera Utara
  • Universitas Syiah Kuala
  • Universitas Tanjungpura

Selain itu, terdapat sekitar 32 universitas / perguruan tinggi lain dengan akreditasi B untuk jurusan Kimia. Ini pun bisa jadi alternatif pilihan. Karena daftarnya cukup panjang, saya tidak akan menampilkannya di sini. Apabila berminat, bisa cek langsung ke web BAN-PT.


Peluang Kerja Sarjana Kimia

Lulusan sarjana Kimia paling pas bekerja sebagai peneliti atau pengawas produksi di berbagai industri kimia dan turunannya.

Industri kimia dasar termasuk kategori “mother of industry“, karena produk yang dihasilkan merupakan bahan baku untuk industri lain, seperti berbagai turunan plastik polimer: Polivinil klorida (PVC), Polipropilena (PP), Polistirena (PS), Poliester, Nilon, serta serat Akrilik. Contoh perusahaan di bidang ini adalah Chandra Asri Petrochemical Tbk, Lotte Chemical Titan, Asahimas Chemical (ASC), Colorpak Indonesia Tbk, Intanwijaya Internasional Tbk, dan Ekadharma International Tbk.

Website Chandra Asri Petrochemical

Website Chandra Asri Petrochemical

Di perusahaan seperti ini, sarjana Kimia bisa bekerja sebagai peneliti (research and development), pengawas produksi, pengawal kualitas (quality control), hingga tenaga ahli marketing / pemasaran karena pengetahuan mendalam seputar ilmu kimia.

Karena kimia merupakan ilmu dasar di hampir setiap industri, maka tidak menutup juga bisa bekerja di berbagai perusahaan minyak seperti Pertamina, MEDCO, dan Chevron. Termasuk perusahaan makanan seperti Unilever, Indofood, WingsFood, Japfa, dan Nestle.

Jika ingin mengabdikan diri ke negara (sebagai PNS / ASN), bisa bekerja sebagai peneliti di LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia), LAPAN (Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional ), Balai Penelitian Daerah, Balai Penelitian SDA, BATAN, dan PUSPIPTEK (Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi).

Tidak menutup kemungkinan juga untuk menjadi pengusaha atau konsultan, mulai dari distributor bahan-bahan kimia, membuat produk kosmetik (yang juga banyak berisi bahan kimia), atau mendirikan lembaga penelitian sendiri.

Menjadi dosen atau tenaga pengajar juga salah satu karir yang menjanjikan, karena ilmu kimia banyak terpakai di berbagai bidang ilmu lain.

Akhir kata, jurusan Kimia merupakan salah satu jurusan MIPA yang sangat menjanjikan. Selama ada industri pengolahan, peluang kerja bagi sarjana kimia akan selalu terbuka. Jika kamu suka meneliti, mengeksplorasi hal-hal baru, dan suka dengan praktikum, maka jurusan ini menjadi salah satu pilihan yang tepat. Jadi, tertarik ke jurusan Kimia?

Sumber / Referensi:

  • www.itb.ac.id/program-studi-sarjana-kimia
  • www.sci.ui.ac.id/sarjana-kimia/
  • www.its.ac.id/id/kuliah-di-its/fakultas-dan-departemen/fakultas-sains/kimia7/
  • baginspirasi.blogspot.com/2015/03/ngapain-sih-di-kimia-mipa.html

 

*** Artikel Terkait ***

5 Comments

  1. Jaka
    03 Jan 20
    • Andre
      04 Jan 20
  2. Anonymous
    10 Aug 20
    • Andre
      10 Aug 20
      • Anonymous
        10 Aug 20

Add Comment