Apa Saja Yang Dipelajari di Jurusan Farmasi?

Jurusan Farmasi termasuk salah satu jurusan favorit di bidang IPA atau Saintek. Passing grade jurusan Farmasi biasanya bersaing ketat dengan jurusan top IPA lain seperti Kedokteran, Teknik Informatika / Ilmu Komputer serta jurusan Elektro.

Salah satu alasannya karena jurusan Farmasi memang sangat menarik, memiliki peluang kerja yang cukup besar, serta profesi apoteker yang bisa dibanggakan.

Sebagai persiapan bagi teman-teman yang ingin mengambil jurusan ini, Duniailkom menyajikan review singkat dari jurusan Farmasi. Kita akan bahas mulai dari pengertian jurusan Farmasi, mata kuliah yang akan dipelajari, pilihan kampus terbaik, serta peluang kerja dari sarjana Farmasi.


Pengertian Jurusan Farmasi

Jurusan Farmasi adalah jurusan yang mempelajari segala hal tentang obat. Mulai dari bahan kimia yang ada di dalamnya, proses pembuatan obat, proses pengemasan obat, fungsi dan kegunaan obat, sampai cara distribusi dan pengelolaan stok obat. Singkatnya, segala hal tentang obat akan dipelajari di sini.

Seorang ahli farmasi bertanggung jawab untuk memberikan obat yang tepat untuk berbagai penyakit yang sudah diagnosis Dokter. Bahkan tidak jarang apoteker menyarankan obat yang berbeda atau dosis yang berbeda dari yang diberikan dokter (tentunya setelah berkonsultasi dengan dokter tersebut), karena ahli farmasi seharusnya paham obat lebih banyak daripada Dokter.

Berikut beberapa hal yang bisa dipertimbangkan sebelum masuk ke jurusan Farmasi:

  • Farmasi butuh dasar yang kuat di bidang Kimia, Biologi dan Kesehatan. Sehingga anda harus suka dengan ketiga bidang ini.
  • Kosmetik juga salah satu bidang yang dipelajari di jurusan Farmasi.
  • Kuliah farmasi perlu banyak praktek laboratorium. Tidak jarang praktek ini menggunakan bahan berbahaya sehingga butuh kehati-hatian dan ketelitian yang tinggi. Biasanya disarankan untuk minum susu murni setelah selesai dari lab untuk mensterilkan kembali organ dalam tubuh yang kemungkinan terpapar zat kimia.
  • Jika jurusan Teknik rata-rata dihuni oleh laki-laki, maka jurusan Farmasi “dikuasai” oleh perempuan. Di beberapa kampus, persentase perempuan di jurusan Farmasi bisa sampai 80%.

Untuk penjelasan yang lebih teknis, berikut definisi jurusan Farmasi yang saya kutip dari website Universitas Indonesia:

Farmasi adalah profesi yang berkarya melalui penguasaan seni dan ilmu membuat obat dari bahan alam maupun sintetik yang cocok dan nyaman untuk didistribusikan dan digunakan dalam pencegahan dan pengobatan penyakit. Profesi ini memiliki pengetahuan tentang identifikasi, seleksi, preservasi, kombinasi, aksi farmakologi, analisis dan standardisasi obat dan bahan obat, serta cara distribusi, penyimpanan dan penggunaan yang tepat dan aman.


Mata Kuliah Jurusan Farmasi

Agar pembahasan tentang jurusan Farmasi lebih lengkap, saya akan tampilkan daftar mata kuliah di jurusan Farmasi. Ini bisa jadi acuan apa yang akan dipelajari di kampus nantinya.

Sebagai rujukan, saya menggunakan daftar mata kuliah jurusan Farmasi dari Universitas Gajah Mada (UGM), Yogyakarta. Selain menjadi salah satu kampus terbaik untuk jurusan Farmasi di Indonesia, UGM juga menyediakan bidang konsentrasi yang cukup banyak, yakni 4 bidang konsentrasi. Jenis-jenis bidang konsentrasi ini akan kita bahas sesaat lagi.

Berikut daftar mata kuliah yang akan dipelajari di jurusan Farmasi UGM:

Mata Kuliah Farmasi Semester 1:

  • Farmasetika I
  • Farmasi Fisik I
  • Matematika dan Statistika Farmasi
  • Anatomi Fisiologi Manusia
  • Kimia Farmasi Dasar
  • Kimia Organik I
  • Pancasila
  • Kewarganegaran
  • Parasitologi
  • Pengantar Komunikasi Farmasi

Mata Kuliah Farmasi Semester 2:

  • Farmasetika II
  • Farmasi Fisik II
  • Mikrobiologi Farmasi
  • Kimia Organik II
  • Botani Farmasi
  • Kimia Analisis I
  • Agama
  • Farmasi Sosial
  • Farmakologi
  • Farmakologi Eksperimental I

Mata Kuliah Farmasi Semester 3:

  • FTS Padat
  • Kimia Analisis II
  • Toksikologi
  • Radiofarmasi
  • Farmakognosi
  • Farmakokinetika
  • Farmakologi Eksperimental II
  • Kimia Medisinal 1
  • Biokimia Farmasi

Mata Kuliah Farmasi Semester 4:

  • Patofisiologi
  • Farmakologi Molekular
  • Kimia Produk Alam
  • Kromatografi
  • FTS Cair – Semi Padat
  • Analisis Obat, Kosmetika dan Makanan
  • Stabilitas Obat
  • Biologi Sel Molekular

Mata Kuliah Farmasi Semester 5:

  • Ilmu Resep I
  • Biofarmasetika
  • Pelayanan Farmasi
  • Farmakoterapi I
  • Farmakoekonomi
  • Edukasi dan Informasi Obat
  • Imunologi Farmasi
  • Kewirausahaan
  • Manajemen Farmasi

Mata Kuliah Farmasi Semester 6:

  • Metodologi Penelitian
  • FTS Steril
  • Etika dan Yurisprudensi Farmasi
  • Mata Kuliah Wajib Minat I

Mata Kuliah Farmasi Semester 7:

  • Mata kuliah Wajib Minat II
  • Mata kuliah Pilihan

Mata Kuliah Farmasi Semester 8:

  • Skripsi
  • Kuliah Kerja Nyata

Dari daftar mata kuliah ini bisa disimpulkan bahwa jurusan Farmasi butuh ilmu dasar di bidang Kimia dan Biologi. Jadi jika ingin masuk ke jurusan Farmasi, harus menyukai keduanya.  Selain itu Farmasi juga butuh banyak praktek laboratorium yang kadang harus menangani bahan-bahan berbahaya. Ketelitian dan kehati-hatian sangat diperlukan disini.


Bidang Peminatan Jurusan Farmasi

Beberapa kampus memiliki bidang konsentrasi atau peminatan untuk jurusan Farmasi. Ini biasanya di tentukan di semester 6 dan 7. Sebagai contoh, di jurusan Farmasi UGM terdapat 4 bidang peminatan:

  1. Farmasi Sains dan Teknologi
  2. Farmasi Industri
  3. Farmasi Klinik dan Komunitas
  4. Farmasi Bahan Alam

Peminatan: Farmasi Sains dan Teknologi

Peminatan Farmasi Sains dan Teknologi cocok bagi anda yang ingin menjadi seorang peneliti dan suka kerja di laboratorium. Tujuan akhirnya adalah untuk mengembangkan obat yang sudah ada atau bahkan menemukan obat baru. Dengan beragamnya kekayaan alam di Indonesia, peluang menemukan obat yang lebih ampuh masih sangat terbuka.

Penemuan obat baru tentunya sangat bermanfaat karena bisa menyelamatkan nyawa jutaan orang. Selain itu secara finansial anda berhak dengan paten dari obat tersebut.

Berikut mata kuliah yang diajarkan pada bidang konsentrasi atau peminatan Farmasi Sains dan Teknologi di jurusan Farmasi UGM:

  • Bioteknologi Farmasi
  • Elusidasi Struktur
  • Pengemb & Validasi Mtd Analisis Obat
  • Kimia Klinik dan Bioanalisis
  • Desain Sintesis Obat
  • Kimia Medisinal II
  • Teknologi Proses & Bioproses
  • Farmakogenomik & Farmakogenetik
  • Terapi Sel Punca dan Molekular

Peminatan: Farmasi Industri

Farmasi Industri adalah bidang peminatan yang berfokus pada kebutuhan industri pengolahan obat. Di Indonesia cukup banyak perusahaan besar yang memiliki bisnis pembuatan obat, diantaranya Kimia Farma, Kalbe Farma, Sanbe Farma, dan Tempo Scan Pasific.

Proses pembuatan obat dalam skala besar perlu ilmu dan tantangan tersendiri, mulai dari penelitian, pengelolaan bahan baku, proses produksi, pengemasan hingga proses distribusi. Bidang ini cocok bagi yang ingin bekerja pada perusahaan farmasi.

Berikut mata kuliah yang diajarkan pada bidang konsentrasi atau peminatan Farmasi Industri di jurusan Farmasi UGM:

  • CPOB
  • Penjaminan Mutu
  • Teknologi Proses
  • Validasi Proses dan Analisis
  • Sistem Penghantaran Obat
  • Stabilitas Produk
  • Perenc Prod dan Pengelol. Persediaan
  • Manajemen Pemasaran
  • Teknologi Pengemasan
  • Manajemen Produksi
  • Uji Klinik

Peminatan: Farmasi Klinik dan Komunitas

Bidang peminatan Farmasi Klinik dan Komunitas diarahkan bagi yang ingin bekerja sebagai ahli farmasi di klinik, rumah sakit, atau apotek. Selain ilmu dasar farmasi, bidang ini butuh ilmu lain seperti cara membaca resep dokter, ilmu komunikasi, manajemen rumah sakit hingga pengelolaan stok.

Jika anda ingin jadi seorang apoteker, peminatan ini sangat cocok untuk dipilih. Meskipun untuk jadi seorang apotoker nantinya harus melanjutkan lagi kuliah profesi selama 1 tahun.

Berikut mata kuliah yang diajarkan pada bidang konsentrasi atau peminatan Farmasi Klinik dan Komunitas di jurusan Farmasi UGM:

  • Farmakokinetika klinik
  • Farmakoterapi Syaraf, Renal, Kardiovaskular & Endokrin
  • Farmakoterapi Infeks, Tumor, Pencernakan & Prnafas
  • Ilmu Resep II
  • Farmasi Kesehatan Masyarakat
  • Manajemen Farmasi RS
  • Farmasi Klinik
  • Dispensing Sediaan Aseptis
  • Komunikasi Farmasi dan Konseling
  • Toksikologi Klinik
  • Interaksi Obat

Peminatan: Farmasi Bahan Alam

Saat ini obat-obat herbal yang berasal langsung dari bahan alam menjadi semakin populer. Jika anda ingin menjadi seorang ahli herbal, bidang peminatan Farmasi Bahan Alam layak untuk dipilih.

Berikut mata kuliah yang diajarkan pada bidang konsentrasi atau peminatan Farmasi Bahan Alam di jurusan Farmasi UGM:

  • Bioteknologi Produksi Metabolit
  • Galenika
  • Kosmetika Alam dan Aroma Terapi
  • Standardisasi Obat Alam
  • Elusidasi Struktur Senyawa Alami
  • Fitoterapi
  • CPOTB & UU OT
  • Jaminan Kualitas Bahan Baku Herbal
  • Analisis Kimia Tumbuhan Obat
  • Analisis Jamu

Itulah 4 bidang peminatan di jurusan Farmasi UGM. Tidak semua kampus menyediakan bidang peminatan seperti ini. Beberapa hanya memberikan beberapa mata kuliah pilihan saja.

Setelah kuliah selama kurang lebih 4 tahun, anda akan menyandang titel sebagai S.Farm, yakni seorang Sarjana Farmasi.


Kampus Terbaik Untuk Kuliah Jurusan Farmasi

Salah satu faktor penentu yang bisa jadi acuan baik tidaknya sebuah universitas/kampus adalah tingkat akreditasi dari BAN-PT. Inilah yang akan saya pakai sebagai patokan untuk menentukan kampus terbaik dari jurusan Farmasi.

Jurusan Farmasi termasuk jurusan yang “sudah matang”, maksudnya jurusan ini hadir sudah cukup lama sehingga banyak kampus yang membuka jurusan ini.

Di beberapa kampus, jurusan Farmasi sudah menjadi Fakultas tersendiri, yakni Fakultas Farmasi. Namun masih ada yang bernaung di bawah fakultas FMIPA (Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam).

Akreditasi Jurusan Farmasi

Mengutip daftar akreditasi kampus dari website BAN-PT (diakses pada 13 Juni 2019), total terdapat 122 universitas / perguruan tinggi yang sudah terakreditasi. Diantaranya terdapat 16 kampus dengan Akreditasi A untuk jurusan Farmasi. Inilah kampus terbaik jika anda ingin kuliah di jurusan Farmasi S-1 (diurutkan berdasarkan abjad):

  • Institut Teknologi Bandung
  • Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta
  • Universitas Airlangga
  • Universitas Andalas
  • Universitas Gadjah Mada
  • Universitas Hasanuddin
  • Universitas Indonesia
  • Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya
  • Universitas Muhammadiyah Surakarta, Surakarta
  • Universitas Padjadjaran
  • Universitas Pancasila, Jakarta
  • Universitas Sanata Dharma
  • Universitas Sumatera Utara
  • Universitas Surabaya
  • Universitas Udayana

Khusus untuk Institut Teknologi Bandung, kampus ini menyediakan 2 jurusan Farmasi dengan nama: Sains Dan Teknologi Farmasi dan Farmasi Klinik Dan Komunitas. Artinya ITB sudah memisahkan jurusan Farmasi sejak semester 1.

Selain itu, terdapat sekitar 52 universitas / perguruan tinggi lain dengan akreditasi B untuk jurusan Farmasi. Ini pun bisa jadi alternatif pilihan. Karena daftarnya cukup panjang, saya tidak akan menampilkannya di sini. Apabila berminat, bisa cek langsung ke web BAN-PT.


Masuk Jurusan Farmasi = Apoteker?

Bagi masyarakat awam, jurusan Farmasi identik dengan menjadi seorang apoteker. Anggapan umum adalah jika sudah tamat dari jurusan Farmasi, bisa langsung bekerja sebagai apoteker.

Namun kenyataannya tidak seperti itu. Untuk menjadi apoteker, seorang sarjana Farmasi (S.Farm) harus mengambil sekolah profesi apoteker lagi selama 1 tahun. Setelah itu barulah bisa menjadi apoteker dengan titel Apt.

Di beberapa kampus, bidang apoteker ini dibagi menjadi 2 pilihan konsentrasi atau peminatan. Sebagai contoh, di Universitas Indonesia di bagi menjadi:

  • Pelayanan Farmasi Komunitas dan Rumah Sakit
  • Pelayanan Farmasi Komunitas dan Industri

Sesuai dengan namanya, bidang pertama ditujukan untuk Apoteker di apotek, klinik, rumah sakit dan instansi pemerintahan. Sedangkan pilihan kedua ditujukan untuk bekerja di perusahaan / industri sebagai Quality Control / Quality Assurance, Produksi, Research and Development atau Regulatory.

Jadi jika anda ingin menjadi seorang apoteker, setidaknya butuh kuliah selama 5 tahun, yakni 4 tahun untuk menjadi sarjana Farmasi kemudian di sambung 1 tahun untuk kuliah profesi apoteker. Kuliah apoteker ini biasanya terdiri dari enam bulan teori, tiga bulan kerja lapangan dan 3 bulan untuk membuat laporan akhir.

Salah satu hal yang menarik adalah, untuk menjadi Apoteker seorang sarjana Farmasi juga akan menyatakan Sumpah Apoteker. Salah satu isinya: “Saya akan merahasiakan segala sesuatu yang saya ketahui karena pekerjaan saya dan keilmuan saya sebagai Apoteker“. Ini kurang lebih mirip seperti sumpah Dokter yang harus merahasiakan penyakit pasien.

Kuliah profesi apoteker sangat di sarankan untuk semua sarjana Farmasi, karena peluang kerjanya menjadi semakin terbuka.


Peluang Kerja Lulusan Farmasi

Website karir Kalbe Farma

Website karir Kalbe Farma

Peluang kerja dari seorang sarjana Farmasi cukup beragam, ditambah dengan industri obat dan kesehatan yang tidak akan pernah sepi, prospek di bidang ini terbuka lebar.

Pertama, sarjana farmasi bisa masuk menjadi PNS di berbagai instansi pemerintahan, seperti Kementrian Kesehatan, Puskemas, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Badan Ketahanan Pangan, Rumah Sakit, dsb.

Jika ingin kerja di perusahaan swasta, cukup banyak yang bergerak di industri pembuatan obat, misalnya Kalbe farma, Sanbe Farma, Dexa Medica, Pharos Indonesia, Tempo Scan Pasific, Kimia Farma.

Industri pengolahan makanan pun butuh tenaga farmasi, terutama untuk hal riset, quality control dan pengawasan. Diantaranya perusahaan Unilever, Indofood, Wings Food, Garuda Food, dan Nestle. Termasuk juga industri obat tradisional (jamu) seperti Sido Muncul.

Industri Kosmetik juga butuh banyak riset pengembangan yang bertumpu pada ahli farmasi dan ahli kimia. Bidang ini juga sangat populer di era sekarang, meliputi perusahaan Sari Ayu, Mustika Ratu, Martha Tilaar, Wardah, dsb.

Bidang Pendidikan juga bisa jadi salah satu prospek pekerjaan sarjana Farmasi, misalnya jadi Tenaga Pengajar, Dosen, serta Peneliti. Namun biasanya bidang ini butuh sekolah lanjutan minimal S-2 (Magister Farmasi).

Jika anda lanjut mengambil profesi Apoteker, peluang pekerjaan menjadi lebih banyak lagi. Di Indonesia, setiap apotek harus diawasi oleh seorang apoteker. “Di awasi” artinya cukup mengontrol saja (tidak harus selalu ada di apotek).

Biaya jasa apoteker ini berbeda-beda tergantung nego antara pemilik apotek dengan apoteker, tapi biasanya berkisar di UMR. Artinya, seorang apoteker bisa saja bekerja di tempat lain dan tetap mendapat gaji dari apotek yang di awasinya (2 sumber pendapatan).

Selain itu tentu saja bisa menjadi wirausaha dengan membuka apotek sendiri. Tidak jarang hasil yang didapat jauh lebih besar daripada bekerja sebagai karyawan di perusahaan atau sebagai PNS.

Dengan peluang kerja yang besar serta materi kuliah yang menarik, jurusan Farmasi memang layak jadi idola. Perkembangan informasi yang sangat cepat, membuat masyarakat makin sadar untuk menjaga kesehatan, dan ahli Farmasi sangat berperan di bidang ini. Jadi, tertarik ke jurusan Farmasi?

Sumber / Referensi:

  • farmasi.ugm.ac.id
  • farmasi.ui.ac.id
  • kompasiana.com/irmina.gultom/5891b74ff77e61ed0cc005ec/dik-ini-lho-yang-perlu-kamu-tahu-kalau-mau-jadi-apoteker
  • anakui.com/mau-kuliah-di-jurusan-farmasi-ui-baca-dulu-artikel-ini

 

*** Artikel Terkait ***

3 Comments

  1. Raul Ganteng
    14 Jun 19
    • Andre
      14 Jun 19
  2. riska mawaddah
    12 Nov 19

Add Comment