Tutorial Belajar OOP C++ Part 6: Pengertian Setter dan Getter

Ketika membahas tentang member function dan enkapsulasi (hak akses public, private dan protected), kadang kita akan bertemu dengan istilah Setter dan Getter. Dalam lanjutan tutorial OOP C++ kali ini kita akan bahas maksud dari kedua istilah tersebut.


Pengertian Setter dan Getter

Setter adalah member function atau method yang dipakai untuk memberikan nilai ke dalam sebuah data member. Sedangkan Setter adalah member function yang dipakai untuk menampilkan nilai data member.

Perlunya penggunaan setter dan getter berangkat dari sebuah tips atau saran bahwa semua data member class harusnya di set sebagai private (bukan public).

Jika semua data member di set sebagai private, maka kita tidak bisa lagi memberikan nilai dan mengakses nilai data member secara langsung.

Berikut contoh kode program yang memberikan nilai dan mengakses nilai data member secara langsung:

#include <iostream>

using namespace std;

class Laptop {
  public:
   string pemilik;
   double lebarLayar;
};

int main()
{
  Laptop laptopAndi;

  laptopAndi.pemilik = "Andi";
  laptopAndi.lebarLayar = 14;

  cout << laptopAndi.pemilik << endl;
  cout << laptopAndi.lebarLayar << endl;

  return 0;
}

Hasil kode program:

Andi
14

Class Laptop memiliki 2 data member public, yakni pemilik dan lebarLayar. Karena di set dengan hak akses public, maka kita bisa memberikan nilai ke dalamnya seperti di baris 15 – 16 dan menampilkan nilai data member seperti di baris 18-19.

Sebenarnya tidak ada yang salah dari kode program di atas, hanya saja best practice yang umum berlaku dalam konsep OOP adalah, data member sebaiknya tidak diakses langsung seperti ini. Hak akses data member seharusnya di set sebagai private atau protected, lalu diakses menggunakan getter dan setter.


Contoh Kode Program Setter C++

Sebelumnya sudah dibahas bahwa setter adalah member function yang dipakai untuk memberikan nilai ke dalam sebuah data member. Nama setter sebenarnya boleh bebas, selama berfungsi untuk men-set nilai data member.

Akan tetapi kebiasaan yang berlaku untuk setter adalah membuat nama member function dengan awalan kata “set“, lalu diikuti dengan nama data member yang ingin di-set.

Sebagai contoh, jika kita ingin membuat setter untuk data member pemilik, maka nama member functionnya menjadi setPemilik(). Atau setter untuk data member lebarLayar akan menjadi setLebarLayar().

Berikut contoh kode program setter untuk class Laptop:

#include <iostream>

using namespace std;

class Laptop {

  private:
   string pemilik;
   double lebarLayar;

  public:
    void setPemilik(string var1) {
      pemilik = var1;
    }

    void setLebarLayar(double var2) {
      lebarLayar = var2;
    }
};

int main()
{
  Laptop laptopAndi;

  laptopAndi.setPemilik("Andi");
  laptopAndi.setLebarLayar(14);

  return 0;
}

Di baris 7 saya sudah mengubah hak akses data member dari public menjadi private. Akibatnya data member pemilik dan lebarLayar tidak bisa lagi diakses dari luar class Laptop.

Oleh karena itulah terdapat tambahan setter setPemilik() dan setLebarLayar() di baris 12 – 18. Kedua member function ini butuh satu parameter yang akan menampung argument inputan. Parameter var1 akan diinput ke dalam data member pemilik, sedangkan parameter var2 akan diinput ke dalam data member lebarLayar.

Kedua setter dipanggil di baris 25 dan 26 menggunakan perintah laptopAndi.setPemilik(“Andi”) dan laptopAndi.setLebarLayar(14). Setelah menjalankan kedua member function ini, maka data member pemilik dan lebarLayar akan berisi string “Andi” dan angka double 14.


Contoh Kode Program Member function Getter C++

Kita sudah selesai membuat setter untuk memberikan nilai ke dalam data member. Kali ini giliran membuat getter yang dipakai untuk menampilkan nilai data tersebut.

Jika penamaan setter menggunakan awalan “set“, maka getter menggunakan awalan “get” yang diikuti dengan nama data member yang akan diakses seperti getPemilik() atau getLebarLayar().

Berikut contoh kode program setter untuk class Laptop:

#include <iostream>

using namespace std;

class Laptop {

  private:
   string pemilik;
   double lebarLayar;

  public:
    void setPemilik(string var1) {
      pemilik = var1;
    }

    void setLebarLayar(double var2) {
      lebarLayar = var2;
    }

    string getPemilik() {
      return pemilik;
    }

    double getLebarLayar() {
      return lebarLayar;
    }
};

int main()
{
  Laptop laptopAndi;

  laptopAndi.setPemilik("Andi");
  laptopAndi.setLebarLayar(14);

  cout << laptopAndi.getPemilik() << endl;      // Andi
  cout << laptopAndi.getLebarLayar() << endl;   // 14

  return 0;
}

Pendefinisian getter ada di baris 20 – 26. Kedua member function ini tidak butuh parameter dan hanya mengembalikan nilai data member pemilik dan lebarLayar.

Di dalam function main(), getter diakses dengan perintah cout << laptopAndi.getPemilik() dan cout << laptopAndi.getLebarLayar().


Kenapa Harus Menggunakan Setter dan Getter?

Pertanyaan umum ketika selesai mempelajari setter dan getter adalah, kenapa repot-repot seperti ini? bukankah akan lebih mudah jika data member di set saja sebagai public agar bisa langsung diakses?

Salah satu alasannya adalah agar class kita menjadi lebih fleksibel. Dengan menggunakan setter dan getter, kita bisa melakukan pemrosesan atau proses validasi sebelum mengakses data member. Berikut contoh yang dimaksud:

#include <iostream>

using namespace std;

class Laptop {

  private:
   string pemilik;
   double lebarLayar;

  public:
    void setPemilik(string var1) {
      pemilik = var1;
    }

    void setLebarLayar(double var2) {
      if (var2 < 20) {
        lebarLayar = var2;
      }
      else {
        lebarLayar = 20;
      }
    }

    string getPemilik() {
      return "Bapak/Ibu " + pemilik;
    }

    double getLebarLayar() {
      return lebarLayar;
    }
};

int main()
{
  Laptop laptopAndi;

  laptopAndi.setPemilik("Andi");
  laptopAndi.setLebarLayar(31);

  cout << laptopAndi.getPemilik() << endl;
  cout << laptopAndi.getLebarLayar() << endl;

  return 0;
}

Hasil kode program:

Contoh Kode Program Cara Pembuatan Setter dan Getter OOP C++

Perhatikan isi setter setLebarLayar(). Saya membuat sebuah proses validasi sederhana. Yakni jika nilai parameter var2 bernilai kurang dari 20, maka input nilai var2 ke dalam data member lebarLayar. Namun jika nilai var2 lebih dari 20, tetap input nilai 20 ke dalam data member lebarLayar.

Pembatasan seperti ini dilakukan karena sangat jarang ada laptop dengan ukuran layar lebih besar dari 20 inci. Sehingga kita perlu melakukan proses validasi terlebih dahulu.

Sebaliknya, di getter getPemilik(), saya menambah awalan “Bapak/Ibu ” sebelum nilainya dikirim menggunakan perintah return.

Proses seperti ini tidak bisa dilakukan jika data member diakses secara langsung.


Dalam tutorial belajar OOP C++ kali ini kita telah membahas pengertian setter dan getter serta melihat contoh penggunaannya.

Setter dan Getter sebenarnya tidak wajib, dan biasanya lebih disarankan untuk project yang cukup besar dan perlu di maintenance dalam jangka panjang. Untuk kode program sederhana, silahkan saja membuat data member sebagai public agar bisa diisi secara langsung.

Lanjut, tutorial setelah ini akan membahas tentang Pengertian Constructor pada OOP C++.

Add Comment