Tutorial Belajar C++ Part 20: Tipe Data Pointer Bahasa C++

Tipe data pointer bisa jadi merupakan tipe data paling rumit dalam bahasa pemrograman C++. Namun tipe data ini sekaligus yang paling powerfull karena kita bisa langsung mengakses alamat memory komputer.

Dalam lanjutan tutorial bahasa C++ di Duniailkom kali ini akan dibahas tentang pengertian tipe data pointer, references, dereference serta contoh kode program cara penggunaannya.


Pengertian Reference

Sebelum masuk ke pointer, saya akan bahas tentang pengertian reference terlebih dahulu.

Sebagaimana yang kita ketahui, variabel adalah ‘nama alias’ dari sebuah alamat di memory. Pada saat kita membuat variabel var1, compiler C++ akan ‘membooking’ satu alamat di memory komputer untuk menyimpan data yang akan diinput ke dalam variabel tersebut.

Lalu ketika dibuat var2, maka akan di booking satu alamat memory lain, dst. Disini, var1 dan var2 berada di alamat yang berbeda dan tidak terhubung satu sama lain:

#include <iostream>

using namespace std;

int main()
{
  string var1 = "Belajar C++ di Duniailkom";
  string var2 = "Belajar Java di Duniailkom";

  cout << var1 << endl;
  cout << var2 << endl;

  return 0;
}

Hasil kode program:

Belajar C++ di Duniailkom
Belajar Java di Duniailkom

Dalam kode ini saya membuat 2 buah variabel: var1 dan var2. Kedua variabel di isi dengan string yang berbeda, dan ditampilkan menggunakan perintah cout.

Secara internal, var1 dan var2 berada di lokasi memory yang berbeda. Dengan menggunakan reference, kita bisa menginstruksikan compiler C++ agar sebuah variabel terhubung ke alamat memory milik variabel lain. Berikut cara pembuatan reference dalam bahasa C++:

#include <iostream>

using namespace std;

int main()
{
  string var1 = "Belajar C++ di Duniailkom";
  string &var2 = var1;

  cout << var1 << endl;
  cout << var2 << endl;

  return 0;
}

Hasil kode program:

Belajar C++ di Duniailkom
Belajar C++ di Duniailkom

Perhatikan tambahan tanda ‘&‘ di awal penulisan var2 (baris 8). Inilah cara membuat reference di dalam C++.

Perintah string &var2 = var1 artinya, alamat memory yang dirujuk oleh var2 akan sama dengan milik var1. Atau dengan kata lain, var1 dan var2 merujuk ke alamat memory yang sama. Inilah alasan kenapa ketika ditampilkan, var2 juga berisi string “Belajar C++ di Duniailkom”, padahal kita tidak menginput teks ini secara langsung ke dalam var2.

Karena merujuk ke alamat memory yang sama, isi teks var1 bisa diubah dari var2:

#include <iostream>

using namespace std;

int main()
{
  string var1 = "Belajar C++ di Duniailkom";
  string &var2 = var1;

  cout << var1 << endl;
  cout << var2 << endl;

  var2 = "Belajar Java di Duniailkom";

  cout << var1 << endl;
  cout << var2 << endl;

  return 0;
}

Hasil kode program:

Belajar C++ di Duniailkom
Belajar C++ di Duniailkom
Belajar Java di Duniailkom
Belajar Java di Duniailkom

Setelah mendefinisikan var2 sebagai reference ke var1, di baris 13 saya mencoba mengganti isi teks milik var2. Hasilnya, perintah tersebut ikut mengganti isi teks yang tersimpan di var1. Karena pada dasarnya baik var1 dan var2 merujuk ke ‘laci’ yang sama di memory komputer.


Menampilkan Alamat Memory

Agar lebih jelas, mari tampilkan alamat memory yang dirujuk oleh sebuah variabel. Caranya, tambah tanda ‘ampersand‘ atau tanda & ketika menampilkan variabel dengan perintah cout:

#include <iostream>

using namespace std;

int main()
{
  int var1 = 100;
  int var2 = 200;
  int var3 = 300;

  cout << var1 << endl;
  cout << var2 << endl;
  cout << var3 << endl;

  cout << endl;

  cout << &var1 << endl;
  cout << &var2 << endl;
  cout << &var3 << endl;

  return 0;
}

Hasil kode program:

100
200
300

0x61fe1c
0x61fe18
0x61fe14

Dalam kode program ini saya membuat 3 buah variabel bertipe integer, yakni var1, var2, dan var3. Setiap variabel diisi dengan angka yang berbeda lalu di tampilkan dengan perintah cout.

Perhatikan perintah di baris 17 – 19. Inilah cara menampilkan alamat memory dari setiap variabel, yakni dengan cara men-cout &var1, &var2 dan &var3.

Hasil 0x61fe1c, 0x61fe18 dan 0x61fe14 adalah alamat memory yang dipakai untuk menyimpan data milik var1, var2 dan var3. Alamat memory ini berbeda-beda, karena ada 3 variabel.

Sekarang kita lihat jika menggunakan reference:

#include <iostream>

using namespace std;

int main()
{
  int var1 = 100;
  int &var2 = var1;
  int &var3 = var1;

  cout << var1 << endl;
  cout << var2 << endl;
  cout << var3 << endl;

  cout << endl;

  cout << &var1 << endl;
  cout << &var2 << endl;
  cout << &var3 << endl;

  return 0;
}

Hasil kode program:

100
100
100

0x61fe0c
0x61fe0c
0x61fe0c

Sekarang ketiga variabel: var1, var2 dan var3 merujuk ke alamat memory yang sama. Sebab di baris 8 – 9 saya mengisi &var2 dan &var3 dengan alamat memory milik var1.


Pengertian Pointer

Sekarang kita masuk ke materi utama, yakni pointer. Pointer adalah sebuah variabel yang menyimpan alamat memory. Dalam bahasa pemrograman C++, pointer dibuat menggunakan tanda bintang *.

Berikut contoh kode program pembuatan pointer C++:

#include <iostream>

using namespace std;

int main()
{
  string var1 = "Belajar C++ di Duniailkom";
  string* var2 = &var1;

  cout << var1 << endl;
  cout << var2 << endl;

  return 0;
}

Hasil kode program:

Belajar C++ di Duniailkom
0x61fde0

Cara pembuatan tipe data pointer ada di baris 8, yakni perintah string* var2 = &var1. Ini akan menginput alamat memory milik var1 ke dalam var2. Ketika di cout, yang tampil adalah angka alamat memory tadi.

Pembuatan tipe data pointer ini bisa dilakukan dengan 3 cara, yakni:

string* var1;
string *var1;
string * var1;

Dari ketiga cara ini, yang banyak dipakai adalah perintah pertama, yakni string* var1.

Tipe data pointer harus di set dengan tipe data yang sama dengan tipe data asal. Maksudnya jika kita ingin menyimpan alamat memory dari sebuah variabel bertipe float, maka tipe data pointernya juga harus float:

#include <iostream>

using namespace std;

int main()
{
  float var1 = 9.99;
  string* var2 = &var1;  // error

  cout << var1 << endl;
  cout << var2 << endl;

  return 0;
}

Kode di atas akan menghasilkan error ‘cannot convert ‘float*’ to ‘std::__cxx11::string*‘ karena seharusnya pointer var2 juga di deklarasikan sebagai float.


Pengertian Dereference

Deference adalah cara menampilkan nilai dari alamat memory yang tersimpan di dalam sebuah pointer.

Sebagaimana yang kita lihat dalam praktek sebelumnya, pointer berisi alamat memory. Untuk menampilkan nilai yang tersimpan di dalamnya, bisa menggunakan operator * pada saat di cout. Berikut contoh kode program yang dimaksud:

#include <iostream>

using namespace std;

int main()
{
  string var1 = "Belajar C++ di Duniailkom";
  string* var2 = &var1;

  cout << var1 << endl;
  cout << var2 << endl;
  cout << *var2 << endl;

  return 0;
}

Hasil kode program:

Contoh Kode Program Tipe Data Pointer Bahasa C++

Perintah deference ada di baris 12, dimana cout << *var2 akan menampilkan nilai yang tersimpan di dalam alamat pointer var2.


Dalam tutorial belajar C++ kali ini kita telah membahas cara penggunaan tipe data pointer. Seperti yang terlihat, tipe data pointer ini berhubungan dengan cara kerja internal sebuah variabel, termasuk mengakses alamat memory. Ciri khas dari kode program yang menggunakan pointer ada di penggunaan tanda & dan *.

Pointer juga menjadi salah satu materi untuk belajar struktur data. Namun agar tidak terlalu rumit, saya batasi dengan pembahasan dasar pointer saja.

Lanjut, tutorial C++ di Duniailkom akan masuk ke pembahasan tentang Jenis – Jenis Operator dalam Bahasa Pemrograman C++.

One Response

  1. ashitaka
    19 Nov 20

Add Comment