Tutorial Belajar C++ Part 5: Struktur Dasar Kode Program C++

Pada tutorial sebelumnya kita sudah berhasil menjalankan dan men-compile kode program bahasa C++. Dalam tutorial kali ini akan dibahas mengenai struktur dasar kode program C++, diantaranya tentang file header iostream, function main, perintah std::cout, serta using namespace std.


Struktur Dasar Bahasa Pemrograman C++

Kode program yang kita jalankan sebelumnya sangat sederhana, tapi itu sudah mewakili struktur dasar dari sebuah bahasa pemrograman C++. Berikut saya tampilkan kembali kode program yang dimaksud:

#include <iostream>

int main()
{
  std::cout << "Hello World!";
  return 0;
}


#include <iostream>

Di baris paling awal terdapat kode #include <iostream>. Perintah #include dipakai untuk memasukkan sebuah file khusus yang memungkinkan kita mengakses berbagai fitur tambahan dalam bahasa C++.

Dalam contoh diatas, file iostream berisi kode program agar nantinya kita bisa mengakses perintah input/output seperti cout dan cin. iostream sendiri merupakan singkatan dari input output stream.

Dengan kata lain, agar di dalam kode program nanti kita bisa menggunakan perintah cout, di bagian paling atas kode program C++ harus terdapat baris #include <iostream>. File include ini juga sering disebut sebagai header file.

Bahasa C++ menerapkan konsep modular, dimana fitur-fitur yang ada di pecah ke berbagai file. Jika ingin menggunakan perintah tertentu, panggil header file yang sesuai. Contoh file header lain seperti #include <fstream> atau #include <cmath> yang akan dibutuhkan saat ingin membaca file atau menjalankan function matematika.

Hasilnya, ukuran file program yang ditulis dalam bahasa C++ menjadi efisien. Kita hanya perlu menggunakan header file saat dibutuhkan saja. Namun kebalikannya, setiap ingin menggunakan perintah tertentu, harus men-include-kan file header yang dibutuhkan.


int main() { }

Struktur main() pada dasarnya merupakan sebuah fungsi (function). Isi dari function ini diawali dan diakhiri dengan tanda kurung kurawal ” { ” dan ” } “. Di dalam tanda kurung inilah “isi” dari kode program penyusun function main() ditulis.

Function main() merupakan kode program utama dalam mayoritas aplikasi bahasa C++. Di sinilah kita akan banyak menulis kode program.

Sedikit berbeda dengan bahasa C, function main() di dalam file C++ boleh saja tidak ditulis, terutama jika ingin membuat sebuah file header atau file bantu (file yang berisi berbagai function lain). Namun dalam kebanyakan situasi, function main() selalu ada dalam kode yang akan kita buat.

Perintah “int” sebelum main() menandakan nilai kembalian atau hasil akhir dari function main(). Kode int merupakan singkatan dari integer, yakni tipe data angka bulat.

Dengan demikian, kode program main() yang saya tulis harus menghasilkan sebuah angka bulat (menggunakan perintah return yang akan kita bahas sesaat lagi).


std::cout << “Hello World!”;

Perintah std::cout berguna untuk menampilkan sesuatu ke layar. Perintah ini merupakan bagian dari header iostream, sehingga jika kita ingin menggunakannya harus terdapat perintah #include <iostream> di bagian paling awal kode program bahasa C++.

Teks yang ingin ditampilkan ditulis setelah tanda << dan berada dalam tanda kutip dua, seperti std::cout << “Hello World!”. Hasil dari perintah ini, akan tampil teks Hello, World! di layar.

Di akhir perintah std::cout terdapat tanda titik koma (semi-colon), yakni tanda “ ; ”. Setiap perintah bahasa C++ harus diakhiri dengan tanda ini, kecuali beberapa perintah khusus. Lupa menambahkan tanda titik koma di akhir sebuah perintah merupakan error yang sangat sering terjadi.

Sebenarnya, perintah std::cout terdiri dari 2 bagian, yakni: namespace std, dan perintah cout.

Namespace adalah fitur penamaan yang biasa ada dalam bahasa pemrograman yang menerapkan konsep OOP (object oriented programming). Tujuannya supaya berbagai perintah tidak saling bentrok.

Perintah std::cout artinya kita menjalankan perintah cout “milik” std namespace. Bisa saja nantinya ada perintah foo::cout yang berarti kita menjalankan perintah cout kepunyaan namespace foo. Dalam contoh ini, bahasa C++ membolehkan ada 2 perintah cout, selama dipanggil dari namespace yang berbeda.

Jika kita ingin menampilkan beberapa teks, bisa menulis perintah std::cout beberapa kali seperti contoh berikut:

#include <iostream>

int main()
{
  std::cout << "Hello World! \n";
  std::cout << "Sedang Belajar Bahasa C++ ";
  std::cout << "di Duniailkom";
  return 0;
}

Hasil kode program:

Hello World!
Sedang Belajar Bahasa C++ di Duniailkom

Tambahan karakter “\n” di akhir perintah std::cout pada baris 5 dipakai untuk pindah baris (new line). Tujuannya agar teks yang ada di dalam perintah std::cout di baris 6 pindah ke baris baru.

Alternatif penulisan lain adalah mendeklarasikan namespace std di bagian awal kode program dengan perintah using namespace std:

#include <iostream>

using namespace std;

int main()
{
  cout << "Hello World! \n";
  cout << "Sedang Belajar Bahasa C++ ";
  cout << "di Duniailkom";
  return 0;
}

Perintah using namespace std di baris 3 bertujuan agar kita tidak perlu menulis namaspace std:: di setiap perintah cout.

Tidak ada benar atau salah dari kedua cara penulisan ini, lebih ke kesukaan saja. Namun mayoritas tutorial lebih banyak menggunakan cara penulisan yang kedua, yakni memakai perintah using namespace std di awal kode program.


return 0;

Perintah return 0; berhubungan dengan kode int main() sebelumnya. Disinilah kita menutup function main() yang sekaligus mengakhiri kode program bahasa C++.

Return 0 artinya kembalikan nilai 0 (nol) ke sistem operasi yang menjalankan kode program ini. Nilai 0 menandakan kode program berjalan normal dan tidak ada masalah (EXIT_SUCCESS).

Kita juga bisa menulis return 1, return 99, return -1, dll. Nilai-nilai ini nantinya bisa dipakai oleh sistem operasi atau program lain. Nilai return selain 0 dianggap terjadi error atau sesuatu yang salah (EXIT_FAILURE).

Apakah perintah Return 0 ini harus ditulis?

Harus ditulis! itu jika kita berpatokan ke struktur bahasa C++ yang ideal. Namun beberapa compiler (termasuk Code:Blocks yang saya gunakan), akan “memaafkan” jika perintah ini tidak ditulis dan menambahkan perintah return 0 secara otomatis.


Dalam tutorial kali ini kita telah melihat Struktur Dasar Kode Program C++. Berikutnya akan dibahas tentang Aturan Dasar Penulisan Kode Program Bahasa C++.

Tags: ,

One Response

  1. Aqil Aziz
    19 Oct 20

Add Comment