Tutorial Belajar C++ Part 38: Pengertian Parameter dan Argumen Fungsi C++

Melanjutkan pembahasan tentang fungsi (function) pada bahasa C++, dalam tutorial kali ini kita akan membahas tentang pengertian parameter dan pengertian argumen fungsi. Termasuk juga contoh kode program dari keduanya.


Pengertian Parameter dan Argumen Fungsi dalam C++

Dalam tutorial sebelumnya kita telah melihat cara membuat fungsi dalam bahasa C++. Biasanya sebuah fungsi bisa menerima nilai masukan atau nilai input. Nilai masukan inilah yang dimaksud dengan parameter atau argumen.

Parameter adalah sebutan untuk nilai inputan fungsi pada saat fungsi itu di definisikan, sedangkan argumen adalah sebutan untuk nilai inputan fungsi pada saat fungsi itu dipanggil.

Tergantung kebutuhan, sebuah fungsi bisa menerima 1, 2, atau lebih dari 5 parameter atau argumen, namun bisa juga tidak memerlukan sama sekali.

Sebenarnya parameter dan argumen sangat mirip dan sering di pertukarkan. Perbedaan dari keduanya hanya di posisi pembuatan saja. Parameter merujuk kepada inputan fungsi pada saat pendefinisian, sedangkan argumen merujuk ke nilai input fungsi pada saat pemanggilan.

Berikut format dasar fungsi C++ dengan parameter dan argumen:

#include <iostream>

using namespace std;

tipeDataKembalian namaFunction(tipeData param1, tipeData param2) {
  // Isi function disini...
  // Isi function disini...
  return nilai;
}

int main()
{
  // Jalankan function
  namaFunction(arg1, arg2)
    
  return 0;
}

Di akhir baris 5, yakni dalam tanda kurung setelah namaFunction, adalah tempat untuk penulisan parameter. Parameter dalam bahasa C++ ditulis berpasangan antara tipeData dan nama parameter. Dalam contoh diatas, terdapat 2 buah parameter bernama param1 dan param2. Sepanjang isi function, param1 dan param2 bisa diakses sebagaimana variabel biasa.

Ketika memanggil fungsi, kita harus isi kedua nilai seperti di baris 14, yakni dari perintah namaFunction(arg1, arg2). Disini, arg1 dan arg2 adalah argumen.

Agar lebih mudah dipahami, langsung saja kita lihat contoh prakteknya.


Contoh Kode Program Parameter dan Argumen Fungsi

Di tutorial sebelumnya, kita sudah membuat fungsi sapaLisa() yang ketika dipanggil akan menampilkan teks “Hai Lisa”. Berikut saya tampilkan kembali kode yang dimaksud:

#include <iostream>

using namespace std;

void sapaLisa() {
  cout << "Hai Lisa" << endl;
}

int main()
{
  sapaLisa();

  return 0;
}

Hasil kode program:

Hai Lisa

Fungsi ini sudah berjalan sebagaimana mestinya, akan tetapi bagaimana jika kita ingin menyapa “Putri”? tentu kurang ideal jika harus menulis fungsi terpisah.

Akan lebih fleksibel, saya akan modifikasi fungsi sapaLisa() agar bisa menampung sebuah parameter dan argumen:

#include <iostream>

using namespace std;

void sapaTeman(string nama) {
  cout << "Hai " << nama << endl;
}

int main()
{
  sapaTeman("Lisa");

  return 0;
}

Hasil kode program:

Hai Lisa

Pada saat pendefinisian fungsi sapaTeman() di baris 5, saya menulis sapaTeman(string nama). Disini, nama adalah sebuah parameter bertipe string.

Di dalam function, parameter bisa diakses sebagai mana layaknya variabel. Parameter nama kemudian saya tampikan memakai perintah cout seperti di baris 6.

Karena fungsi sapaTeman() memiliki 1 parameter, maka pada saat memanggil fungsi ini di baris 11, kita harus mengisi sebuah argumen yang dalam contoh ini adalah string “Lisa“.

Harap diperhatikan bahwa tipe data argumen ini harus sama dengan tipe data pendefinisian parameter, yakni string.

Ketika dijalankan, argumen “Lisa” di baris 11 akan mengisi parameter nama di baris 3. Sehingga ketika perintah cout << “Hai ” << nama << endl yang ada di dalam fungsi sapaTeman() di proses, hasilnya adalah “Hai Lisa“.

Kita bisa menjalankan fungsi sapaTeman() dengan argumen yang berbeda-beda, selama bertipe string:

#include <iostream>

using namespace std;

void sapaTeman(string nama) {
  cout << "Hai " << nama << endl;
}

int main()
{
  sapaTeman("Lisa");
  sapaTeman("Sari");
  sapaTeman("Putri");

  return 0;
}

Hasil kode program:

Hai Lisa
Hai Sari
Hai Putri

Pendefinisian fungsi sapaTeman() masih sama seperti sebelumnya, hanya saja kali ini fungsi tersebut saya jalankan dengan 3 argumen berbeda antara baris 11 – 13. Hasilnya, akan tampil teks yang berbeda-beda.

Kuncinya adalah, argumen yang diisi pada saat pemanggilan function, akan di input ke dalam parameter function tersebut.

Jumlah dan tipe data argumen juga harus cocok dengan jumlah dan tipe data parameter. Ketiga pemanggilan fungsi sapaTeman() berikut akan menghasilkan error:

sapaTeman();               // tanpa argumen
sapaTeman(123);            // argumen berbeda tipe data
sapaTeman("Putri","Lisa"); // jumlah argumen lebih dari 1

Contoh pertama akan error karena fungsi sapaTeman() harus menerima satu argumen. Contoh kedua juga error karena tipe data argumen harus string, sesuai dengan tipe data pada saat pendefinisian parameter. Contoh ketiga kembali error karena fungsi sapaTeman() hanya bisa menerima satu argumen saja.


Membuat Fungsi dengan Lebih dari 1 Parameter / Argumen

Kita bisa menginput lebih dari satu argumen ke dalam fungsi selama pendefinisian fungsi tersebut juga ditulis dengan lebih dari satu parameter.

Dalam contoh berikut saya memodifikasi fungsi sapaTeman() agar bisa menerima 3 argumen:

#include <iostream>

using namespace std;

void sapaTeman(string nama1, string nama2, string nama3) {
  cout << "Hai " << nama1 << ", ";
  cout << nama2 << ", dan " << nama3 << endl;
}

int main()
{
  sapaTeman("Lisa", "Nova", "Putri");

  return 0;
}

Hasil kode program:

Hai Lisa, Nova, dan Putri

Di baris 5, pendefinisian fungsi sapaTeman() sekarang punya 3 parameter bertipe string, yakni nama1, nama2 dan nama3. Maka untuk menjalankan fungsi ini, juga harus diinput dengan 3 argumen bertipe string seperti di baris 12.


Membuat Function hitungLuasSegitiga()

Sebagai contoh terakhir, berikut modifikasi fungsi hitungLuasSegitiga() yang bisa menerima 2 argumen bertipe integer:

#include <iostream>

using namespace std;

void hitungLuasSegitiga(int alas, int tinggi) {
  double luas = (alas * tinggi) / 2.0;
  cout << "Luas segitiga adalah: " << luas << endl;
}

int main()
{
  hitungLuasSegitiga(5, 7);
  hitungLuasSegitiga(2, 10);
  hitungLuasSegitiga(191, 357);

  return 0;
}

Hasil kode program:

Luas segitiga adalah: 17.5
Luas segitiga adalah: 10
Luas segitiga adalah: 34093.5

Di baris 5, fungsi hitungLuasSegitiga() saya definisikan dengan 2 buah parameter bertipe int, yakni alas dan tinggi.

Penamaan parameter boleh bebas, sama mengikuti aturan penamaan variabel / identifier, misalnya tidak boleh ada spasi dan tidak boleh diawali angka.

Antara baris 12 – 14 saya menjalankan fungsi hitungLuasSegitiga() sebanyak 3 kali dengan nilai argumen yang berbeda-beda.

Sebagai contoh, ketika compiler C++ memproses perintah hitungLuasSegitiga(5, 7), angka 5 ini akan mengisi parameter alas, dan angka 7 akan mengisi parameter tinggi. Selanjutnya kedua parameter masuk ke perhitungan luas di baris 6. Hasilnya kemudian di tampilkan dari perintah cout << “Luas segitiga adalah: ” << luas << endl.


Dalam tutorial belajar C++ kali ini kita sudah membahas pengertian parameter dan argumen serta melihat perbedaannya. Mudah-mudahan dengan contoh kode program yang ada anda bisa memahami maksud kedua istilah ini.

Lanjut, dalam tutorial berikutnya kita akan pelajari tentang Fungsi Perintah Return pada Function.

3 Comments

  1. Aqil Aziz
    02 Nov 20
    • Andre
      03 Nov 20
  2. ashitaka
    30 Nov 20

Add Comment