Tutorial Belajar Java Part 29: Percabangan Kondisi IF Bahasa Java

Setelah membahas tentang operator bahasa Java, dalam beberapa tutorial ke depan kita akan mempelajari struktur percabangan kode program dalam bahasa Java. Segmen materi ini dibuka dengan membahas bentuk percabangan yang paling sederhana, yakni kondisi IF.


Pengertian Kondisi IF bahasa Java

Dalam pembuatan program, ada saatnya kita butuh suatu percabangan, yakni jika sebuah kondisi terpenuhi, jalankan kode program ini, jika tidak jalankan kode program yang lain. Menggunakan bahasa Java, konsep tersebut dibuat menggunakan struktur IF dengan aturan penulisan sebagai berikut:

if (condition)
{
  //Kode program yang akan dijalankan jika condition berisi nilai True
}

Bagian condition berperan sebagai penentu dari struktur percabangan. Jika condition terpenuhi (menghasilkan nilai boolean TRUE), blok kode program akan dijalankan. Jika condition tidak terpenuhi (menghasilkan nilai boolean FALSE), blok kode program tidak akan dijalankan.

Blok kode program yang di maksud adalah semua kode yang berada di antara tanda kurung kurawal "{" dan "}". Condition biasanya terdiri dari operasi perbandingan, seperti apakah variabel a berisi angka 18, atau apakah variabel password berisi string 'qwerty'.

Mari kita bahas dengan contoh kode program.


Contoh Kode Program Percabangan IF Bahasa Java

Sebagai contoh pertama saya akan buat kode program sederhana untuk melihat apakah sebuah angka lebih besar dari angka lain, lalu tampilkan hasilnya jika kondisi terpenuhi:

class BelajarJava {
  public static void main(String args[]){
       
    int a = 12;
    int b = 10;
   
    if (a > b) {
      System.out.println("Nilai variabel a lebih besar dari variabel b");
    }
      
  }
}

Hasil kode program:

Nilai variabel a lebih besar dari variabel b

Di awal kode program saya mengisi variabel a dengan angka 12 serta variabel b dengan angka 10. Kemudian di baris 7 terdapat kondisi if (a > b), yakni apakah variabel a berisi angka yang lebih besar dari b? Apakah 12 lebih besar dari 10? betul (true), maka blok kode program akan dijalankan.

Kita juga bisa membuat struktur if beberapa kali tergantung kebutuhan seperti contoh berikut:

class BelajarJava {
  public static void main(String args[]){
       
    int a = 5;
    int b = 10;
   
    if (a > b) {
      System.out.println("Nilai variabel a lebih besar dari variabel b");
    }
    
    if (a < b) {
      System.out.println("Nilai variabel a lebih kecil dari variabel b");
    }
    
    if (a == b) {
      System.out.println("Nilai variabel a sama dengan variabel b");
    }
      
  }
}

Hasil kode program:

Nilai variabel a lebih kecil dari variabel b

Kode program ini merupakan hasil modifikasi dari kode sebelumnya. Di sini saya membuat 3 buah kondisi, yakni if (a > b), if (a < b), serta if (a == b). Setiap kondisi if akan diperiksa dan jika operasi perbandingan menghasilkan nilai true, maka blok tersebut akan diproses. Silahkan coba ubah isi variabel a dan b untuk melihat blok kode program mana yang akan dijalankan.

Supaya lebih interaktif, saya akan modifikasi kode sebelumnya untuk meminta user menginput angka ke dalam variabel a dan b:

import java.util.Scanner;

class BelajarJava {
  public static void main(String args[]){
       
    int a, b;
    Scanner input = new Scanner(System.in);
    
    System.out.print("Input nilai variabel a: ");
    a = input.nextInt();
    
    System.out.print("Input nilai variabel b: ");
    b = input.nextInt();
  
   
    if (a > b) {
      System.out.println("Nilai variabel a lebih besar dari variabel b");
    }
    
    if (a < b) {
      System.out.println("Nilai variabel a lebih kecil dari variabel b");
    }
    
    if (a == b) {
      System.out.println("Nilai variabel a sama dengan variabel b");
    }
      
  }
}

Contoh kode Java untuk logika if

Selain tambahan perintah input.nextInt() dan pembuatan Scanner object agar user bisa menginput angka, kode program kita masih sama seperti sebelumnya, yakni mencari variabel mana berisi angka yang lebih besar.

Contoh terakhir, mari buat kode program untuk menebak apakah sebuah angka merupakan bilangan genap atau bilangan ganjil:

import java.util.Scanner;

class BelajarJava {
  public static void main(String args[]){
    
    int a;
    Scanner input = new Scanner(System.in);
    
    System.out.print("Input sembarang angka: ");
    a = input.nextInt();

    if (a % 2 == 0) {
      System.out.println(a + " adalah angka genap");
    }
    if (a % 2 == 1) {
      System.out.println(a + " adalah angka ganjil");
    }
   
  }
}

Hasil kode program:

Input sembarang angka: 10
10 adalah angka genap
 
Input sembarang angka: 123
123 adalah angka ganjil

Input sembarang angka: 0
0 adalah angka genap

Sekarang kondisi yang diperiksa adalah if (a % 2 == 0) dan if (a % 2 == 1). Di dalam bahasa Java, tanda persen ( % ) adalah operator modulus yang dipakai untuk mencari sisa hasil bagi. Lebih lanjut tentang operator ini pernah kita bahas di Operator Aritmatika Bahasa Java.

Kondisi pertama, yakni if (a % 2 == 0) akan bernilai true jika variabel a habis dibagi 2. Ini artinya variabel a berisi angka genap.

Sedangkan kondisi kedua, yakni if (a % 2 == 1) akan bernilai true jika variabel a bersisa 1 pada saat dibagi 2. Ini artinya variabel a berisi angka ganjil.


Percabangan IF seperti ini sangat sering dipakai untuk memecahkan sebuah masalah. Berikutnya, akan di bahas tentang percabangan IF ELSE dalam bahasa Java.

Add Comment