Tutorial Belajar Java Part 39: Pengertian Parameter dan Argumen Fungsi Java

Melanjutkan pembahasan tentang fungsi (fungsi) pada bahasa Java, dalam tutorial kali ini kita akan membahas tentang pengertian parameter dan pengertian argumen fungsi. Termasuk juga contoh kode program dari keduanya.


Pengertian Parameter dan Argumen Fungsi Java

Dalam tutorial sebelumnya kita telah melihat cara membuat fungsi dalam bahasa Java. Biasanya sebuah fungsi bisa menerima nilai masukan atau nilai input. Nilai masukan inilah yang dimaksud dengan parameter atau argumen.

Parameter adalah sebutan untuk nilai inputan fungsi pada saat fungsi itu di definisikan, sedangkan argumen adalah sebutan untuk nilai inputan fungsi pada saat fungsi itu dipanggil.

Tergantung kebutuhan, sebuah fungsi bisa menerima 1, 2, atau lebih dari 5 parameter atau argumen, namun bisa juga tidak memerlukan sama sekali.

Sebenarnya parameter dan argumen sangat mirip dan sering di pertukarkan. Perbedaan dari keduanya hanya di posisi pembuatan saja. Parameter merujuk kepada inputan fungsi pada saat pendefinisian, sedangkan argumen merujuk ke nilai input fungsi pada saat pemanggilan.

Berikut format dasar fungsi Java dengan parameter dan argumen:

class NamaClass {
  
 static tipeDataKembalian namaFunction(tipeData param1, tipeData param2) {
   // Isi fungsi disini...
   // Isi fungsi disini...
   return nilai;
 }
  
 public static void main(String args[]){
   // Jalankan fungsi
   namaFunction(arg1, arg2)
 }
  
}

Di akhir baris 3, yakni dalam tanda kurung setelah namaFunction, adalah tempat untuk penulisan parameter. Parameter dalam bahasa Java ditulis berpasangan antara tipeData dan nama parameter. Dalam contoh diatas, terdapat 2 buah parameter bernama param1 dan param2. Sepanjang isi fungsi, param1 dan param2 bisa diakses sebagaimana variabel biasa.

Ketika memanggil fungsi, kita harus isi kedua nilai seperti di baris 11, yakni dari perintah namaFunction(arg1, arg2). Disini, arg1 dan arg2 adalah argumen.

Agar lebih mudah dipahami, langsung saja kita lihat contoh prakteknya.


Contoh Kode Program Parameter dan Argumen Fungsi

Di tutorial sebelumnya kita sudah membuat fungsi sapaLisa() yang ketika dipanggil akan menampilkan teks “Hai Lisa”. Berikut saya tampilkan kembali kode yang dimaksud:

class BelajarJava {
  
  static void sapaLisa() {
    System.out.println("Hai Lisa");
  }
  
  public static void main(String args[]){
    sapaLisa();
  }
  
}

Hasil kode program:

Hai Lisa

Function ini sudah berjalan sebagaimana mestinya, akan tetapi bagaimana jika kita ingin menyapa “Putri”? tentu kurang ideal jika harus menulis fungsi terpisah. Akan lebih fleksibel jika fungsi sapaLisa() ini bisa menerima sebuah argument. Berikut contoh yang dimaksud:

class BelajarJava {
  
  static void sapaTeman(String nama) {
    System.out.println("Hai, "+nama);
  }
  
  public static void main(String args[]){
    sapaTeman("Lisa");
  }
  
}

Hasil kode program:

Hai Lisa

Pada saat pendefinisian fungsi sapaTeman() di baris 3, saya menulis sapaTeman(String nama). Disini, nama adalah sebuah parameter bertipe String. Di dalam fungsi, parameter bisa diakses sebagai mana layaknya variabel biasa. Parameter nama kemudian saya input ke dalam perintah System.out.println() seperti di baris 4.

Karena fungsi sapaTeman() memiliki 1 parameter, maka pada saat memanggil fungsi ini di baris 8 harus di isi dengan satu argumen yang dalam contoh ini adalah string “Lisa“.

Ketika dijalankan, string “Lisa” di baris 8 akan mengisi parameter nama di baris 3. Sehingga ketika perintah¬†System.out.println(“Hai, “+nama) yang ada di dalam fungsi sapaTeman() di proses, hasilnya adalah “Hai Lisa”.

Isi dari parameter nama bisa berubah-ubah tergantung nilai argumen yang ditulis pada saat pemanggilan. Perhatikan kode program berikut ini:

class BelajarJava {
  
  static void sapaTeman(String nama) {
    System.out.println("Hai, "+nama);
  }
  
  public static void main(String args[]){
    sapaTeman("Lisa");
    sapaTeman("Nova");
    sapaTeman("Putri");
  }
  
}

Hasil kode program:

Hai, Lisa
Hai, Nova
Hai, Putri

Pendefinisian fungsi sapaTeman() masih sama seperti contoh sebelumnya, hanya saja kali ini fungsi tersebut saya akses dengan 3 argument berbeda antara baris 8 – 10. Hasilnya, akan tampil teks yang berlainan.

Kuncinya adalah, argumen yang diisi pada saat pemanggilan fungsi, akan di input ke dalam parameter fungsi tersebut.

Jumlah dan tipe data argument juga harus cocok dengan jumlah dan tipe data parameter. Ketiga pemanggilan fungsi samaTeman() berikut akan menghasilkan error:

sapaTeman();               // tanpa argumen
sapaTeman(123);            // argumen berbeda tipe data
sapaTeman("Putri","Lisa"); // jumlah argumen lebih dari 1

Contoh pertama akan error karena fungsi sapaTeman() harus menerima satu argument. Contoh kedua juga error karena tipe data argument harus String sesuai dengan tipe data pada saat pendefenisian parameter. Contoh ketiga kembali error karena fungsi sapaTeman() hanya bisa menerima satu argumen saja.


Membuat Fungsi dengan Lebih dari 1 Parameter / Argumen

Kita bisa menginput lebih dari satu argumen ke dalam fungsi selama pendefinisian fungsi tersebut juga ditulis dengan lebih dari satu parameter.

Dalam contoh berikut saya memodifikasi fungsi sapaTeman() agar bisa menerima 3 buah argument:

class BelajarJava {
  
  static void sapaTeman(String nama1, String nama2, String nama3) {
    System.out.println("Hai, "+nama1+", "+nama2+", "+nama3);
  }
  
  public static void main(String args[]){
    sapaTeman("Lisa", "Nova", "Putri");
  }
  
}

Hasil kode program:

Hai, Lisa, Nova, Putri

Di baris 3, pendefinisian fungsi sapaTeman() sekarang punya 3 parameter bertipe string, yakni nama1, nama2 dan nama3. Maka untuk menjalankan fungsi ini, juga harus diinput dengan 3 argumen bertipe string seperti di baris 8.


Membuat Fungsi hitungLuasSegitiga()

Sebagai contoh terkahir, berikut modifikasi fungsi hitungLuasSegitiga() yang sekarang bisa menerima 2 argumen bertipe integer:

class BelajarJava {
  
  static void hitungLuasSegitiga(int alas, int tinggi) {
    double luas = (alas * tinggi) / 2;
    System.out.println("Luas segitiga adalah: "+luas);
  }
  
  public static void main(String args[]){
    hitungLuasSegitiga(5, 7);
    hitungLuasSegitiga(2, 10);
    hitungLuasSegitiga(191, 357);
  }
  
}

Hasil kode program:

Luas segitiga adalah: 17.5
Luas segitiga adalah: 10.0
Luas segitiga adalah: 34093.5

Di baris 3, fungsi hitungLuasSegitiga() saya definisikan dengan 2 buah parameter integer, yakni alas dan tinggi. Penamaan parameter boleh bebas, selama mengikuti aturan penamaan variabel, misalnya tidak boleh ada spasi dan tidak boleh diawal angka.

Antara baris 9 – 11 saya menjalankan fungsi hitungLuasSegitiga() sebanyak 3 kali dengan nilai argument yang berbeda-beda.

Sebagai contoh, ketika compiler Java memproses perintah hitungLuasSegitiga(5, 7), maka angka 5 ini akan mengisi parameter alas, dan angka 7 akan mengisi parameter tinggi. Selanjutnya kedua parameter ini akan masuk ke perhitungan luas di baris 4. Hasilnya kemudian di tampilkan dari perintah System.out.println() di baris 5.


Dalam tutorial belajar Java kali ini kita sudah membahas tentang pengertian parameter dan argumen fungsi. Mudah-mudahan dengan contoh kode program yang ada anda bisa memahami kedua istilah ini.

Lanjut, dalam tutorial berikutnya kita akan pelajari tentang Fungsi Perintah Return pada Function bahasa Java.

One Response

  1. fatur
    12 Dec 20

Add Comment