Tutorial Belajar Java Part 16: Tipe Data Integer Bahasa Pemrograman Java

Dalam tutorial bahasa pemrograman Java di Duniailkom kali ini, kita akan bahas pengertian dan cara penggunaan tipe data Integer.


Pengertian Tipe Integer Bahasa Java

Tipe data integer adalah tipe data yang dipakai untuk menampung angka bulat positif maupun negatif, seperti: 4, 30, dan -1234. Di dalam bahasa Java, terdapat 4 sub-tipe integer yang dibedakan berdasarkan jangkauan angka:

  1. byte
  2. short
  3. int
  4. long

Tabel berikut merangkum jangkauan setiap tipe data integer dalam bahasa Java:

Jenis Tipe Data Ukuran Memory Penyimpanan Jangkauan
byte 1 byte -128 hingga 127
short 2 byte -32,768 hingga 32,767
int 4 byte -2,147,483,648 hingga 2,147,483,647
long 8 byte -9,223,372,036,854,775,808 hingga 9,223,372,036,854,775,807

Ukuran Memory Penyimpanan adalah jumlah memory yang dibutuhkan untuk menyimpan angka tersebut. Semakin besar jangkauan, semakin banyak juga ruang memory yang dibutuhkan.

Bahasa Java juga tidak mengenal integer unsigned seperti di bahasa C atau C++. Unsigned adalah sebuah cara mengorbankan nilai negatif untuk memperbesar jangkauan angka positif. Artinya, di Java tipe data integer akan selalu memiliki angka negatif dan positif.


Contoh Kode Program Tipe Data Integer Bahasa Java

Saatnya masuk ke praktek. Dalam kode program berikut ini saya memakai ke-4 tipe data integer:

class BelajarJava {
  public static void main(String args[]){
    
    byte  var1;
    short var2;
    int   var3;
    long  var4;

    var1 = 120;
    var2 = 32000;
    var3 = 1000000000;
    var4 = 1000000000000000L;
    
    System.out.println("var1 = "+var1);
    System.out.println("var2 = "+var2);
    System.out.println("var3 = "+var3);
    System.out.println("var4 = "+var4);    
  }
}

Di baris 4 – 7 terdapat proses deklarasi 4 variabel dengan tipe data integer yang berbeda-beda, yakni tipe data byte untuk var1, short untuk var2, int untuk var3 dan long untuk var4.

Keempat variabel ini selanjutnya diinput dengan nilai di baris 9 – 12, dan kemudian di tampilkan dengan perintah System.out.println() di baris 14 – 17. Berikut hasilnya:

var1 = 120
var2 = 32000
var3 = 1000000000
var4 = 1000000000000000

Khusus untuk var4 yang di set dengan tipe data long, proses pengisiannya harus menambah karakter “L” di bagian akhir, yakni var4 = 1000000000000000L.

Tambahan karakter “L” ini diperlukan karena secara default angka bulat di Java dianggap sebagai int. Berikut pesan error yang tampil jika kita menginput tipe data long tanpa tambahan “L”:

class BelajarJava {
  public static void main(String args[]){
    
    long  var4;

    var4 = 1000000000000000;
    
    System.out.println("var4 = "+var4);    
  }
}

Pesan error:

BelajarJava.java:6: error: integer number too large
    var4 = 1000000000000000;
           ^
1 error

Hasilnya, compiler Java komplain karena angka 1000000000000000 dianggap terlalu besar untuk tipe data integer, padahal kita sedang mengisinya ke variabel bertipe long.


Penulisan Angka Biner, Oktal dan Heksadesimal di Java

Untuk keperluan tertentu, kadang kita butuh mengolah angka dalam sistem bilangan biner, oktal dan heksadesimal. Ini juga bisa ditampung oleh tipe data integer bahasa Java.

Biner adalah sebutan untuk sistem bilangan yang terdiri dari 2 digit, yakni 0 dan 1, untuk menginput angka ini, tambah awalan “0b” sebelum penulisan angka, seperti 0b10100100.

Oktal adalah sistem bilangan yang terdiri dari 8 digit angka, yakni 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6 dan 7. Untuk membuat angka oktal di Java, tambah awalan “0” sebelum penulisan angka, seperti 0244.

Heksadesimal adalah sistem bilangan yang terdiri dari 16 digit angka, yakni 0-9 serta huruf A-F. Untuk membuat angka heksa di Java, tambah awalan “0x” sebelum penulisan angka, seperti 0xA4.

Sebagai tambahan, sistem bilangan yang kita pakai sehari-hari, yakni dengan 10 digit 0-9, disebut juga sebagai bilangan desimal.

Berikut contoh kode program untuk penulisan angka biner, oktal, desimal dan heksadesimal di Java:

class BelajarJava {
  public static void main(String args[]){
    
    int var1, var2, var3, var4;

    var1 = 0b10100100;    // binary literal
    var2 = 0244;          // octal literal
    var3 = 164;           // decimal literal
    var4 = 0xA4;          // hexadecimal literal
    
    System.out.println("var1 = "+var1);
    System.out.println("var2 = "+var2);
    System.out.println("var3 = "+var3);
    System.out.println("var4 = "+var4);    
  }
}

Hasil kode program:

var1 = 164
var2 = 164
var3 = 164
var4 = 164

Dalam kode program ini saya membuat 4 variabel: var1, var2, var3 dan var4 yang semuanya di set sebagai tipe data int. Kemudian di baris 6 – 9 keempat variabel ini diisi dengan angka 0b10100100, 0244, 164 dan 0xA4.

Ketika akan ditampilkan, semua variabel akan di konversi ke dalam bilangan desimal. Artinya, angka biner 10100100, octal 244 dan heksa A4 semuanya dikonversi menjadi 164 dalam bilangan desimal. Mengenai cara konversi ini tidak akan saya bahas karena lebih ke materi matematika.

Perhatikan juga bahwa hati-hati dengan menulis angka dengan awalan nol, seperti 0123. Jika ditulis seperti itu, maka Java menganggap itu adalah angka 123 dalam format oktal, dan tidak sama dengan angka 123 desimal.

Dalam programming, Literal adalah istilah bermakna “yang tertulis langsung”. Sebagai contoh, 123 adalah integer literal, 123L adalah long literal, 0b10100100 adalah biner literal, dst.

Cara Membaca (input) Data Integer

Proses pembacaan data di bahasa Java bisa dilakukan dengan Scanner class. Tutorial lengkapnya bisa ke: Cara Menginput Data ke dalam Bahasa Java. Khusus untuk tipe data integer, perintah yang dipakai untuk proses pembacaan ini adalah:

  • nextByte()
  • nextShort()
  • nextInt()
  • nextLong()

Berikut kode program proses pembacaan angka (integer) dalam bahasa Java:

import java.util.Scanner;

class BelajarJava {
  public static void main(String args[]){
    
    Scanner input = new Scanner(System.in);
    
    byte  var1;
    short var2;
    int   var3;
    long  var4;

    System.out.print("var1 (byte): ");
    var1 = input.nextByte();
    
    System.out.print("var2 (short): ");
    var2 = input.nextShort();
    
    System.out.print("var3 (int): ");
    var3 = input.nextInt();
    
    System.out.print("var4 (long): ");
    var4 = input.nextLong();
    
    System.out.println();
    System.out.println("## Hasil ##");
    
    System.out.println("var1 = "+var1);
    System.out.println("var2 = "+var2);
    System.out.println("var3 = "+var3);
    System.out.println("var4 = "+var4);    
  }
}

Contoh kode Java untuk input tipe data integer

Sama seperti sebelumnya, dalam kode program ini saya mendeklarasikan 4 tipe data integer di baris 8 – 11. Kemudian untuk setiap variabel akan diisi dengan nilai yang berasal dari inputan user.

Proses pembacaan data dilakukan dengan Scanner class antara baris 13 – 26. Setelah proses pembacaan data, nilainya ditampilkan lagi di akhir program.


Dalam tutorial ini kita telah membahas pengertian tipe data integer bahasa Java, jenis-jenis tipe data integer, cara penulisan bilangan biner, octal, dan heksadesimal, serta proses pembacaan data (input) tipe data integer.

Tutorial berikutnya masih membahas tentang angka, namun untuk angka pecahan. Berikutnya dalam Tipe Data Float dan Double Bahasa Pemrograman Java.

*** Artikel Terkait ***

Add Comment