Tutorial Membuat Web Online Part 2: Jenis dan Tipe-Tipe Web Hosting

Layanan web hosting hadir dengan berbagai jenis dan tipe. Dalam tutorial kali ini kita akan membahas tipe-tipe web hosting berserta perbedaannya.


Shared Server

Shared server adalah tipe web hosting yang paling murah. Apabila anda baru memulai membangun website pribadi, inilah pilihan yang paling tepat.

Disebut sebagai shared server hosting karena 1 fisik server digunakan secara bersama-sama (shared). Pengguna di dalam 1 server ini bisa berjumlah puluhan, ratusan, hingga ribuan user. Seluruh user akan berbagi ‘resources’ server seperti CPU dan memory.

Karena 1 server digunakan rame-rame, harga sewanya juga menjadi terjangkau, berkisar dari belasan ribu hingga puluhan ribu rupiah per bulan.

Dengan harga yang murah, tentu saja shared server memiliki kelemahan. Ada kemungkinan bahwa salah satu pengguna memakai CPU server secara berlebihan. Ini berakibat pengguna lain merasakan dampaknya. Untuk mengatasi hal ini, penyedia web hosting biasanya sudah membatasi jatah dari masing-masing pengguna.

Shared server hosting cocok bagi anda yang baru memulai membangun situs (karena harganya yang murah). Jika di kemudian hari pengunjung situs semakin ramai, kita bisa minta upgrade ke tipe hosting yang lebih tinggi seperti VPS atau Dedicated Server.

Kemampuan dari shared server juga bermacam-macam, tergantung webhosting yang digunakan. Sebagai gambaran, ada shared server yang hanya sanggup menangani maksimal 50 pengunjung pada satu waktu, namun ada pula yang ‘tahan’ hingga 200 pengunjung pada saat yang bersamaan.

Situs duniailkom sendiri sempat menggunakan layanan shared server hosting dengan maksimal 110 pengguna pada saat yang bersamaan, atau 5000 pengunjung perhari (10.000 page view/day).

Namun karena jumlah pengunjung yang terus bertambah, web Duniailkom saat ini menggunakan VPS. Saat ini web duniailkom bisa terdapat 200 user secara bersamaan dengan lebih dari 12.000 pengunjung per hari (25.000 page view/day).

Patokan sederhana, shared server masih bisa dipakai selama traffic / pengunjung web anda masih kurang dari 5000 orang per hari, atau ada 100 user pada saat yang bersamaan. Jika sudah lebih dari itu, bisa dipertimbangkan upgrade ke VPS.

Ini hanya gambaran kasar untuk web berbasis teks / menggunakan CMS WordPress. Semakin ‘berat’ web anda, akan butuh web hosting yang makin besar.


Virtual Private Server (VPS)

Virtual Private Server adalah layanan web hosting yang lebih tinggi daripada shared server. Walaupun 1 server masih digunakan bersama-sama, tapi jumlah user lebih dibatasi.

Selain itu, setiap VPS akan mendapatkan fitur yang mirip dengan 1 fisik server, seperti akses ke root serta pembagian jatah CPU dan memory server yang lebih pasti. Dalam istilah teknis, pembagian ini dikenal dengan Virtualisation (yang berbeda dari konsep shared pada shared hosting).

Karena memiliki akses yang luas dan resources yang lebih banyak, harga dari VPS juga lebih mahal. Berkisar dari 100rb hingga 1jtan per bulan. VPS cocok jika pengunjung situs anda sudah mencapai kisaran belasan ribu pengunjung setiap harinya.

Dalam prakteknya, anda mungkin hanya perlu sampai ke level VPS ini. Gambaran kasar, VPS bisa menghandle hingga 100.000 pengunjung per hari, bahkan hingga 500.000 pengunjung per hari. Cukup jarang web yang bisa melebihi batas ini, kecuali web berita seperti kompas atau web “raksasa” seperti kaskus, tokopedia atau bukalapak.


Dedicated Server

Dedicated Server adalah layanan web hosting dimana 1 server khusus digunakan untuk 1 pengguna. Dengan demikian, seluruh pemrosesan CPU dan memory server menjadi milik 1 orang.

Kebutuhan yang seperti ini cocok jika situs sudah memiliki traffic yang mencapai puluhan hingga ratusan ribu pengunjung setiap harinya. Harganya mulai dari 500rb hingga jutaan rupiah perbulan.


Cloud Server

Cloud Server adalah tipe web hosting yang relatif baru, seiring dengan populernya layanan cloud. Dalam tipe server ini, berbagai server (bisa mencapai ribuan) saling terhubung dan menyediakan komputasi gabungan. Dengan demikian, resources yang tersedia nyaris tidak terbatas.

Uniknya, jika tipe server lain membatasi penggunaan dengan limit tertentu, di dalam cloud hosting, kita bisa mengatur penggunaan yang lebih fleksibel.

Namun karena cloud hosting masih relatif baru, belum banyak penyedia web hosting menyediakan tipe server ini.

Ilustrasi Server
Ilustrasi Server

Selain keempat tipe hosting utama diatas, masih terdapat beberapa istilah yang sering ditemui ketika membahas web hosting:

Managed dan Unmanaged Server

Managed Server dan Unmanaged Server biasanya terdapat pada VPS dan Dedicated Server.

Managed Server adalah server hosting yang dikelola oleh penyedia jasa web hosting, baik itu mengenai masalah software yang digunakan serta dukungan untuk mengatasi beberapa masalah yang bisa terjadi. Kita sebagai penyewa web hosting tinggal ‘terima beres’, karena web server dikelola penuh oleh perusahaan hosting. Harga managed server ini lebih mahal daripada unmanaged server.

Unmanaged Server adalah server hosting yang sepenuhnya dikelola oleh pengguna, termasuk menginstall aplikasi yang diperlukan (seperti web server, Cpanel, dll) hingga mengatasi masalah software sendiri. Penyedia web hosting biasanya hanya bertanggung jawab pada aspek fisik seperti listrik dan jaringan.

Karena tidak memerlukan dukungan yang lebih, unmanaged server bisa di sewa dengan harga yang lebih murah daripada managed server, dengan catatan anda sudah memiliki pengetahuan teknis mengenai seluk beluh server hosting.

Colocation Server

Colocation Server adalah tipe server yang fisiknya dimiliki oleh pengguna namun pengelolaannya diserahkan kepada jasa web hosting. Umumnya server jenis ini dimiliki oleh perusahaan besar yang tidak mau repot mengurus web server, namun ingin memiliki hardware sendiri agar lebih fleksibel.

Penyedia hosting hanya bertanggung jawab pada perawatan fisik seperti supply listrik dan koneksi jaringan.


Dalam tutorial kali ini kita telah membahas tentang jenis dan tipe-tipe web hosting. Tidak semua penyedia web hosting menyediakan semua tipe tersebut. Umumnya hanya menyediakan shared server dan VPS, karena inilah pangsa pasar yang paling banyak. Saya juga akan menggunakan shared server dalam praktek membangun website online nantinya.

Pada tutorial berikutnya, kita akan membahas Fitur-Fitur Web Hosting.

Tutorial ini hasil kerjasama Duniailkom dengan Niagahoster. Dapatkan diskon tambahan 10% dengan kode coupon: a-voucher75.

*** Artikel Terkait ***

17 Comments

  1. Newbie Tora
    05 Oct 15
    • Andre
      06 Oct 15
  2. andio vadio
    11 Dec 15
    • Andre
      17 Mar 16
  3. Rizky
    25 Mar 16
    • Andre
      25 Mar 16
  4. Didi
    18 Jul 16
    • Andre
      19 Jul 16
  5. Ilham Ahmad
    17 Aug 16
  6. Ilham Ahmad
    17 Aug 16
    • Andre
      18 Aug 16
  7. joko
    07 Sep 16
  8. Script
    30 May 17
    • Andre
      05 Feb 19
  9. Anonymous
    21 Aug 18
    • Andre
      05 Feb 19

Add Comment