Tutorial Belajar C Part 34: Percabangan Kondisi IF ELSE Bahasa C

Dalam tutorial kali ini kita akan membahas lanjutan dari kondisi percabangan dalam bahasa C, yakni kondisi IF ELSE.


Pengertian Kondisi IF ELSE bahasa C

Pada dasarnya, kondisi IF ELSE merupakan modifikasi tambahan dari kondisi IF yang sudah kita pelajari sebelumnya.

Blok kode program IF tetap akan dijalankan ketika kondisi true (1), namun sekarang terdapat tambahan bagian ELSE akan dijalankan ketika kondisi false (0).

Berikut format dasarnya:

if (condition)
{
  //Kode program yang akan dijalankan jika condition berisi nilai True (1)
}
else
{
  //Kode program yang akan dijalankan jika condition berisi nilai False (0)
}

Bagian condition berperan sebagai penentu dari struktur percabangan ini. Jika condition terpenuhi (menghasilkan nilai TRUE atau 1), blok kode program milik IF akan dijalankan. Jika condition tidak terpenuhi (menghasilkan nilai FALSE atau 0), blok kode program bagian ELSE-lah yang akan diproses.

Mari kita lihat contoh prakteknya.


Contoh Kode Program Percabangan IF ELSE Bahasa C

Pada tutorial sebelumnya saya membuat program pencari bilangan genap / ganjil menggunakan 2 buah kondisi IF sebagai berikut:

if (a % 2 == 0) {
  printf("%d adalah angka genap \n", a);
}
if (a % 2 == 1) {
  printf("%d adalah angka ganjil \n", a);
}

Alur ini sebenarnya akan lebih sederhana (dan lebih efisien) jika kita ubah ke dalam struktur IF ELSE.

Jika sebuah angka tidak genap, maka pasti itu adalah angka ganjil. Sehingga jika kondisi if (a % 2 == 0) tidak terpenuhi (false), maka variabel a pasti berisi angka ganjil. Dengan demikian kode programnya bisa saya tulis ulang sebagai berikut:

#include <stdio.h>

int main(void)
{
  int a;

  printf("Input sembarang angka: ");
  scanf("%d",&a);

  printf("\n");

  if (a % 2 == 0) {
    printf("%d adalah angka genap \n", a);
  }
  else {
    printf("%d adalah angka ganjil \n", a);
  }

  return 0;
}

Contoh kode program kondisi if else bahasa pemrograman C
Sekarang jika kondisi if (a % 2 == 0) menghasilkan false, bagian ELSE lah yang akan di proses. Kode program akan jadi lebih efisien karena pemeriksaan kondisi hanya perlu dilakukan 1 kali saja.

Berikut contoh lain dari struktur kondisi IF ELSE:

#include <stdio.h>

int main(void)
{
  int a;

  printf("Input nilai ujian: ");
  scanf("%d",&a);

  printf("\n");

  if (a >= 75) {
    printf("Selamat, anda lulus \n");
  }
  else {
    printf("Maaf, silahkan coba lagi tahun depan \n");
  }

  return 0;
}

Hasil kode program:

Input nilai ujian: 60
Maaf, silahkan coba lagi tahun depan

Input nilai ujian: 80
Selamat, anda lulus

Di sini saya membuat kondisi if (a >= 75), yakni jika variabel a berisi angka lebih besar atau sama dengan 75 maka jalankan perintah printf(“Selamat, anda lulus \n”). Jika tidak, blok ELSE lah yang akan di eksekusi, yakni printf(“Maaf, silahkan coba lagi tahun depan \n”).


Pada tutorial kali ini kita telah membahas kondisi percabangan IF ELSE bahasa C, yang cocok dipakai jika ada 2 kondisi yang saling bertentangan: “Jika kondisi sesuai jalankan kode ini, jika tidak jalankan kode lain”.

Berikutnya akan dibahas kondisi percabangan IF ELSE IF dalam bahasa C.


*** Artikel Terkait ***

11 Comments

  1. GAMARA
    11 Nov 18
  2. Roy
    26 Nov 18
    • Andre
      29 Nov 18
      • Roy
        29 Nov 18
        • Andre
          30 Nov 18
  3. Adi Gunawan
    10 Dec 18
    • Andre
      12 Dec 18
  4. Roy
    14 Dec 18
    • Andre
      15 Dec 18
  5. Nishio
    19 Mar 19
    • Andre
      19 Mar 19

Add Comment

Leave a Reply to Andre Cancel reply