Tutorial Belajar OOP C++ Part 1: Pengertian Pemrograman Berorientasi Objek C++

Salah satu perbedaan mendasar antara bahasa C dan C++ ada di dukungan ke pemrograman berorientasi objek (object oriented programming). Bahasa C++ sudah mendukung pemrograman berorientasi objek yang diperlukan untuk membuat aplikasi kompleks.

Dalam tutorial kali ini kita akan mencoba masuk ke dunia pemrograman objek di C++, yang dimulai dengan membahas pengertian Pemrograman Berorientasi Objek.


Pengertian Pemrograman Berorientasi Objek C++

Secara sederhana, pemrograman berorientasi objek adalah konsep pembuatan program dengan memecah permasalahan menjadi objek-objek yang saling terpisah.

Setiap objek seolah-olah punya dunianya sendiri, dimana sebuah objek bisa memiliki data member dan member function (istilah lain dari variabel dan function yang berada di dalam objek). Berbagai objek inilah yang saling bekerjasama untuk menjadi satu program akhir.

Pemrograman berorientasi objek biasa disingkat sebagai PBO, atau lebih populer dengan singkatannya dalam bahasa inggris, yakni OOP (Object Oriented Programming).

Agar lebih formal, berikut kutipan pengertian pemrograman berorientasi objek dari wikipedia:

“Object-oriented programming (OOP) is a programming paradigm based on the concept of “objects”, which can contain data and code: data in the form of fields (often known as attributes or properties), and code, in the form of procedures (often known as methods)”

Terjemahan bebas:

Pemrograman Berorientasi Objek atau Object Oriented Programming (OOP) adalah sebuah tata cara pembuatan program (programming paradigm) dengan menggunakan konsep “objek” yang memiliki data dan code. Data ini tersedia dalam bentuk field (lebih populer disebut sebagai atribut atau properti), dan code dalam bentuk prosedur (yang dikenal dengan istilah method).

Pengertian ini memang sedikit rumit, namun akan lebih jelas ketika kita masuk ke praktek pembuatan objek dalam tutorial berikutnya.


Perbedaan Procedural Programming dengan Object Oriented Programming

Sebenarnya kita tidak harus belajar pemrograman berorientasi objek atau OOP untuk bisa membuat program. Dalam beberapa kasus, membuat kode program dengan cara biasa (tanpa objek), bisa selesai lebih cepat dan lebih sederhana.

Bahasa C contohnya, tidak memiliki konsep OOP. Begitu juga bahasa PHP yang sampai dengan versi 3 juga tidak memiliki fitur pemrograman objek (baru ditambahkan mulai dari PHP 4).

“Pemrograman biasa” ini disebut juga dengan pemrograman prosedural (Procedural Programming). Disebut seperti itu karena kita memecah kode program menjadi bagian-bagian atau fungsi-fungsi kecil (procedure), kemudian menyatukannya untuk menghasilkan aplikasi akhir.

Keuntungan pemrograman berorientasi objek baru terasa saat membuat aplikasi yang cukup besar, atau ketika bekerja dengan tim untuk membagi tugas. Konsep ‘objek’ yang memecah program menjadi bagian terpisah akan memudahkan proses kolaborasi.

Berbeda dengan konsep function dalam pemrograman procedural, sebuah objek bisa memiliki data dan function sendiri. Setiap objek ditujukan untuk mengerjakan sebuah tugas, dan menghasilkan nilai akhir untuk selanjutnya ditampilkan atau digunakan oleh objek lain.

Hak akses antar objeknantinya bisa diatur dengan keyword seperti public, private, dan protected. Selain itu konsep encapsulation , polymorphism dan inheritance pada OOP akan membuat pengelolaan kode program menjadi lebih rapi.

Semua istilah ini akan kita bahas secara bertahap dalam tutorial belajar OOP C++ di Duniailkom.


Dalam tutorial pertama OOP C++ ini, kita baru mempelajari tentang pengertian pemrograman berorientasi objek. Dalam tutorial selanjutnya akan masuk ke materi tentang Pengertian Class, Object, Data member (property) dan Member function (method) dalam C++.

Add Comment